[PERINGATAN: SPOILER AHEAD]
Udah nonton Life of Pi? Sama seperti buku aslinya, film ini harusnya menyisakan sejumlah pertanyaan di benak penontonnya. Khususnya, bagaimana menginterpretasi seluruh kisah Pi?
Mari mulai dengan pertanyaan Pi kepada si tamu bule: cerita versi mana yang mau kita percayai? Kisah seorang anak yang berhari-hari berbagi sekoci dengan seekor harimau Bengal, atau kisah seorang anak yang menjadi pembunuh karena situasi?
Gw pribadi, memilih versi yang kedua. Entah karena gw orang yang rasional, tetapi otak gw memilih kisah yang kedua lebih realistis, dan kisah Pi yang pertama adalah sebuah alegori, agar realita yang sebenarnya terasa tidak terlalu kejam. Pengalaman menyaksikan manusia membunuh manusia lainnya, dan kemudian membunuh manusia lain untuk pertama-kalinya tentunya traumatis. Tidak kah mengubah kisah tersebut menjadi kisah ‘binatang’ membuatnya lebih mudah ditelan?
Jika kita melihat kisah Pi dengan asumsi kisah yang kedua adalah yang sebenarnya terjadi, maka kita mau tidak mau harus menafsirkan smbol-simbol alegori dari kisah pertama.
Jika kisah pertama adalah alegori, maka siapakah “Richard Parker”? Di akhir film dijelaskan bahwa Richard Parker tidak lain adalah Pi sendiri (yang membunuh koki kejam yang telah membunuh ibu Pi terlebih dahulu). Buat gw, Richard Parker adalah simbol sisi binatang yang ada di dalam setiap manusia. Dan Pi pun mengakui memiliki sisi tersebut. Menyaksikan ibunya dibunuh, Pi pun berubah menjadi pembunuh.
Maka perjuangan Pi “menahan” Richard Parker selama di lautan adalah alegori Pi (dan kita semua) yang harus melawan nafsu binatang yang ada di dalam diri kita. Kekejaman, kemampuan menganiaya sesama, hidup di dalam diri kita, dan seperti Pi, kita harus waspada melawan dan menahannya (keep it at bay). Jika kita gagal, maka sisi kebinatangan itu akan me’makan’ kita sepenuhnya.
Perhatikan bahwa antara Pi dan Richard Parker bagaikan tercipta hubungan batin yang unik. Walaupun takut, tetapi Pi sempat mengasihani Richard Parker ketika lemah. Seolah-olah menyadari bahwa mereka berdua adalah satu. Bahkan di kisah pertama, digambarkan mereka hampir mati bersama, seakan menegaskan kesatuan eksistensi mereka.
Yang menjadi kepusingan gw kedua, adalah peran “pulau misterius”. Simbol apakah itu?
Coba kita pikirkan. Zebra adalah pelaut Jepang yang cedera, yang dibunuh dan dimakan oleh Hyena, yang adalah sang koki. Si orangutan adalah simbol ibu Pi. Maka simbol apakah pulau karnivora tersebut?
Ini adalah penafsiran gw. Ada adegan yang menampilkan pulau tersebut dari jauh, dan tampak bentuknya seperti tubuh manusia yang tidur. Maka menurut gw: pulau tersebut adalah jasad sang koki yang dibunuh Pi. Ingat adegan Pi menyantap ganggang yang tumbuh di seluruh pulau tersebut? Maka interpretasi gw: Pi akhirnya memakan mayat si koki untuk bertahan hidup. Seperti pulau tersebut memperpanjang hidup Pi, begitu pula mayat sang koki memperpanjang nyawa Pi sampai selamat.
Lagi, penafsiran gw. Episode pulau misterius/kanibalisme ini menggambarkan titik terendah dalam hidup Pi. Tidak hanya dia telah membunuh seseorang, dia pun memakan mayatnya. Dengan interpretasi ini, gw merasa mengerti mengapa Pi berkata: dia tidak bisa tinggal lama-lama di pulau tersebut. Dia harus melanjutkan. Ini bagaikan penerimaan bahwa ia telah mencapai titik nadir kemanusiaannya (walaupun demi bertahan hidup), dan ia tahu bahwa ia harus bisa move on.
Absurd ya? Yah, itulah hebatnya kisah Life of Pi, yang bisa saja dianggap penuh simbol untuk diiterpretasikan pembaca/penontonnya.
Yang terakhir.
Tamu bule Pi berkata bahwa dia mendengar kisah Pi adalah kisah yang akan membuatnya ‘percaya adanya Tuhan’. Kemudian, di akhir sekali dari film, Pi menanyakan pertanyaan ini kepada si bule: “I have told you two versions of stories. NEITHER of which explains why the ship sunk. Which one do you prefer?” Dan si bule berkata dia memilih versi yang pertama (versi harimau). Dan kemudian Pi menjawab “So it is with God”
Jujur, gw awalnya struggling berusaha mengerti apa maksud kalimat Pi yang terakhir (‘begitu juga halnya dengan Tuhan’). Tapi ini penafsiran gw.
Kuncinya adalah di kalimat: neither of the stories explains why the ship sunk. Tidak satupun dari kedua versi cerita tersebut bisa menjelaskan mengapa kapal tersebut tenggelam. Dan toh si tamu bule harus memilih cerita mana yang lebih ia sukai. Maka bagi gw artinya: tidak ada satu cerita atau agamapun yang bisa menjelaskan Tuhan dengan sempurna. Pada akhirnya, terpulang ke setiap diri kita, lebih menyukai ‘cerita’ yang mana. Tuhan itu sendiri tetaplah misterius, tak terjelaskan, bagaikan misteri tenggelamnya kapal yang ditumpangi Pi.
Dengan tafsiran ini, maka seluruh kisah Pi ini bagaikan ‘kembali’ ke awal kisah, yaitu pencarian Pi akan Tuhan, yang membawa dia dari agama Hindu, kemudian ke Kristen, dan terakhir ke Islam (dan Pi mengklaim sebagai penganut ketiganya sekaligus). Tuhan adalah Sang Maha Misterius. Terserah kepada kita ingin memilih keyakinan yang paling kita ‘sukai’, dan Ia tetaplah sebuah misteri bagi manusia yang terbatas.
Begitulah usaha gw menafsirkan Life of Pi. Gimana penafsiran yang lain?

sampai saat ini, tulisan om adalah penafsiran Pi yang paling ga muter2 & PAS!
Persis sama tuh Oom sama yg ada di kepala waktu abis nonton si Pi. Plek, sama.
Tapi beda penafsiran ttg Pulau Kanibal. Hasil merenung 14 hari 14 malem di WC menghasilkan bhw nampaknya si Pi pernah terdampar di suatu pulau yg nampaknya Makmur, tapi isinya orang2 munafik. Hmmm… Sebenernya munafik mungkin bukan kata yang pas, tp belum menemukan kata yang pas. Intinya si pulau itu orang2nya nampak baik dan dia hepi hidup di situ. Tapi gak lama kmd dia sadar bahwa kehidupan di pulau itu poisonous buat jiwanya sbg manusia maupun jiwa kebinatangannya (Richard Parker?).
Gitu deh kira2. Kalo ada miss, berarti nongkrong di WCnya kurang lama. Salahin aja tuh WC. xD
Penafsiran yang keren. Penafsiranku sih lebih sederhana, terlalu sederhana mungkin. Kupikir ‘ so it is with God’ itu : meski ada kemungkinan cerita bisa berjalan dengan gelap dan sadis, Tuhan tetap memilihkan jalan yang meski nggak masuk akal tapi tetap terasa lebih ‘baik’.
gila ya si om ini.. masih dipikirin juga, ditaro di blog lagi.. hehehe.. nice, om.. saya jadi kepikiran kisah Pi yg pertama, kyknya terlalu ajaib.. tapi biar ajaibnya keterlaluan, saya lebih suka yg versi ini sih.. hihihi
.menurut gue, interpretasi om terhadap pulau karnivora justru membuat cerita versi kedua jadi lebih masuk akal. walaupun gue pribadi lebih memilih versi pertama, karena filmnya sendiri seolah-olah menggiring audience untuk lebih lekat ke sana. kenapa gue bilang begini? karena proporsi visualnya nggak seimbang.
di satu sisi, menurut gue kemunculan cerita versi kedua punya pengaruh kuat. bukan cuma sekedar twist, tapi seperti apa yang om tulis di sini, audience jadi punya bahan komparasi. alur nggak didirect linier begitu aja. malah memberi opsi lain dengan besaran probabilitas yang sama. dan masih tetap di dalam benang merah atau inti cerita.
tapi di sisi lain, gue menyayangkan kalau cerita versi kedua cuma dinarasikan oleh Pi di rumah sakit. ga ada sedikitpun sajian visualnya. kalau kesaksian Pi diganti dengan satu atau dua shot yang memperlihatkan dia, nyokapnya, si happy buddhist (pelaut yang cedera), dan koki barbar di atas sekoci, gue yakin efeknya akan beda. kalau ada yang bilang ini soal keterbatasan durasi, menurut gue ga akan jauh beda dengan durasi yang terpakai saat Pi harus cerita ke dua orang Jepang itu. ga sampe beberapa menit. but then again, efeknya untuk audience pasti akan berbeda.
since the principle of movies itself is “showing” not “telling”
however, gue suka cara om menginterpretasi film ini. karena gue pribadi justru malah terpaku sama hal-hal yang mungkin ga ada hubungannya sama sekali kayak: kenapa Pi selalu nyebut nama nyokapnya duluan kapanpun saat dia teriak di laut lepas, sementara di awal sepertiga film, kita lihat sendiri kalau sosok bokapnya lebih memengaruhi pembentukan karakter dan psychological-development si Pi sendiri?
nice review there, om piring \m/
mengutip perkataan Gandalf ke Bilbo Baggins di The Hobbit, “every good story deserves to be embellished.”
baik cerita pertama ataupun kedua memiliki value yang terus bisa digali. tentang manusia dan nafsu untuk keserakahan, atau manusia dengan comfort zone..
sebagaimana digambarkan oleh Ang Lee dalam akhir film itu, cerita pertama nampak begitu segar (berwarna), sementara cerita kedua yang lebih rasional nampak lebih kelabu..
kisah mana yang mendominasi kehidupanmu?
Bang,
Klo interpretasinya sama kawanan meerkat di pulau kanibal gimana?
Setuju dengan alegori binatangnya Om. si jepang di akhir reportnya melaporkan versi binatang karena paham cerita asli versi manusia masih membuat shock
si pi.
Tapi gak setuju di bagian pulau. menurut gue pi memang terdampar di pulau kosong di pasifik yang bisa menghidupi dengan tanaman yang bisa dimakan. Carnivorous plant juga ada tapi ga sebesar pulau itu sendiri. mungkin pi delusional, mungkin pi lebay, tapi jelas ada.
Pulau itu juga simbol dari ‘standar bisa hidup aja udah mewah’ ketemu dengan ‘keputusasaan ga ada yang menyelamatkan’, comfort zone. di pulau itu pi bisa saja hidup, tapi kehilangan kemanusiaan (pi abis bunuh dan makan orang, kehilangan keluarga, dll). kehilangan kemanusiaan sama saja mati, dan akhirnya nyoba buat ke laut mencari jalan pulang. life begins at the end of your comfort zone, orang banyak biasa bilang.
Wih detail bgt penafsirannya
Kalo aku pas Pi ngmg “so it is with God”, mikirnya: ada nggak nya Tuhan itu tergantung kita mau percaya/ga.
Mau percaya Tuhan itu ada, Kerja Tuhan nyata, cenderung pilih cerita pertama.
Sedangkan yang berpikir logika banget, “Tuhan cuma pegangan, manusia yang berusaha penuh”, cenderung memilih cerita kedua.
Bagaimana jika pulau tersebut berbentuk buddha?
http://www.quora.com/Life-of-Pi-2012-movie/Why-is-the-floating-island-shaped-liked-Buddha-in-Life-of-Pi-Movie
Heheheeeee….. Ntr yaa aku cari wkt buat nntn, ga ada film yg terlewat yg ga aku tonton kecuali film ini krn kesibukan akhir thn… I’ll be right back soon !
Di bukunya, ketika akhirnya terdampar di Mexico, ada kalimat yg menyebutkan banyak tulang meerkat di perahu Pi (bekel untuk makanan Richard Parker). Jadi pulau itu nyata….
Dan bentuk pulau yg seperti manusia tidur itu, banyak diskusi yg menyimpulkan itu adalah dewa wisnu, dewa pengasih sekaligus dewa penghancur. Sama seperti pulau itu, yg siang memberi dan malam “mengambil kembali semua ygg diberi”…
Makin pusing….. : I
paling gampang dicerna nih daripada filmnya sendiri
)))
Pingback: Parade Film Akhir Tahun | senenkliwon
Pi tidak pernah menceritakan petualangannya karena tidak akan ada orang yang percaya bahwa hidupnya diselamatkan oleh seekor harimau benggala, sampai kemudian berjumpa dengan sang penulis novel Yann Martel yang mengangkat kisah mengagumkan ini menjadi sebuah novel laris yang diterbitkan tahun 2001. Awalnya novel ini ditolak oleh lima penerbitan di London sebelum diterima oleh Knopf Kanada, yang menerbitkannya pada bulan September 2001. Edisi Inggrisnya memenangkan “Man Booker Prize” kategori Fiksi di tahun berikutnya. Novel ini juga dipilih untuk CBC Radio’s Canada Reads 2003. Novel versi bahasa Prancis berjudul, L’histoire de Pi terpilih dalam kontes penulisan di Perancis, Le combat des livre. Tahun 2003 Novel ini memenangkan 2003 Boeke Prize, South Africa Novel Award. Pada tahun 2004, novel ini menang di Asian/Pacific American Award for Literature di kategori fiksi dewasa terbaik tahun 2001–2003. Pada tahun 2012 novel ini telah diadaptasi menjadi sebuah theatrical feature film.
Gue ngga sampe mikirin ke pulau-pulau itu sih Om.
Tapi kalau tentang pernyataan “so it is with God” itu, intepretasi gue adalah cerita dua kan lebih rasional, sementara cerita satu butuh iman untuk percaya kalau itu terjadi. Dan since si penulis bule itu jawabnya dia pilih cerita satu, maka begitu juga dengan Tuhan. Untuk percaya sama Tuhan ngga bisa pake pendekatan rasional, butuh iman. Ini mengingatkan gue juga bahwa di bagian awal film bokapnya Pi selalu bilang kalau sekarang jamannya ilmu pengetahuan dan logika, mempertegas kalau Tuhan udah ngga lagi relevan seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan.
Di akhir juga diliatin kan di surat asuransinya si Pi perusahaan Jepang itu ngasih pernghargaan karena Pi adalah orang pertama yang bisa bertahan hidup bersama harimau bengal berbulan-bulan di atas laut, which indicates kalau orang-orang juga akhirnya lebih percaya ke versi satu.
suka reviewnya om..
jujur pertama nonton life of PI ini karena tertarik dengan visualisasi filmnya.
ternyata di balik sekeren visualisasi filmnya ada makna yg sangat dalam..
dan om piring menngenjetawahkannya dengan sangat gamblang.. good job,om…
dan ini bukti kalo gw baru hanya sebagai penikmat film *sigh*
Film ini sebenarnya sederhana kok, jadi gak usah dibuat pusing.. ^^
Justru banyak kisah dibuku gak ditampilkan difilm, mungkin kalo ditampilkan akan lebih membuat bingung lagi.
Pesan singkatnya adalah tentang Ketuhanan.
Salam Kenal ^^
alegori nya diterima om. sama kayak berita kebanyakan sekarang yang suka ngambil sisi yang lebih menjual daripada sisi yang nggak, padahal masih satu kejadian –a
sama nih, aku juga sampe kepikiran makna dari film ini sampe berhari-hari. aku rasa film ini bisa dimaknai begitu banyak dari sudut pandang yang berbeda2, sama juga seperti agama sekarang ini. tapi tentu saja bukan soal agama saja, tapi yang ditekankan dari film ini yaitu perjalanan hidup kita sendiri. tiap manusia pasti mengalami penderitaannya sendiri seperti pi yang tentu lebih ekstrem dari kita kebanyakan, tapi apakah penderitaan itu membuat kita menjadi manusia brutal yang penuh kebencian dan dendam (dendam kepada tuhan mungkin? karena penderitaan yang kita alami) ataukah kita akan seperti pi dan jurnalis itu yang menerima kisah pertama yang ajaib dimana ia menemukan makna dari setiap saat dan setiap nafas dari perjalanan hidup kita dan menemukan bahwa ada hikmah yang diselipkan tuhan di tiap kesenangan maupun penderitaan agar kita menjadi dewasa sekaligus polos dan tulus seperti anak kecil.
seperti juga yang sering kita alami, ada saat ketika kita menemukan oasis dari penderitaan itu yang dilambangkan oleh pulau karnivora tsb. seperti kita menemukan jalan keluar yang membuat kita dapat melarikan diri atau melupakan penderitaan tersebut alias kesedihan berubah menjadi kesenangan menemukan tambatan dan kita berpikir kita bisa seumur hidup tinggal di keadaan tersebut, tapi sebenarnya oasis itu adalah semu, karena memang SEGALANYA PASTI BERLALU. penderitaan pasti akan berlalu, begitu pula dengan kesenangan. inilah yang mungkin sering tidak disadari dimana kita sering dibombardir oleh kata2 motivasi dimana kita akan mengalami penderitaan dahulu dan pada akhirnya akan mendapat piala yaitu hidup enak selama2nya, happily ever after. tapi benarkah hal itu terjadi dalam hidup kita? tentu tidak. setelah kesedihan akan ada kesenangan setelah itu kesedihan lagi lalu kesenangan lagi begitu seterusnya. karena itu pulau karnivora menawarkan kesenangan yang semu karena malam akan berganti menjadi ketakutan akan kehilangan kesenangan ataupun kesedihan yang lain lagi, begitu tiap hari hingga jiwa kita mati terombang-ambing dinamika emosi yang berkecamuk ini tiap hari. karena itu pi memutuskan untuk keluar dari dunia ketidaksadaran yang terombang ambing ini dan menyadari dirinya dan dunia ini yang memang semuanya akan berlalu, menikmati setiap langkah dan mengambil hikmah yang diselipkan tuhan untuk kita. begitu pula yang mungkin ditemukan oleh para sufi, biarawan nasrani, petapa zen dll.
sekali lagi tentu saja hal ini cuma apa yang saya temukan dalam salah satu sudut pandang saja. tidak ada yang salah maupun benar dari setiap makna yang ditemukan setiap orang. kita hanya belajar bersama2 untuk menjadi dewasa dan menemukan diri serta tuhan. salam untuk para musafir disini.
Baru nemu blognya om piring, trz baca post yg ini dan gw baru tau klo film Life of PI itu penuh simbol2. Waktu nonton gw telen bulat2 filmnya, ternyata semuanya punya makna dalam tu film. Sangat mencerahkan om piring. Salam super!!
menurutku pulau itu adalah sebuah simbol “hiburan” atau sebuah “peristirahatan sementar” yang ada didunia, mengingat pada saat itu Pi sedang berjuang dalam samudra kehidupan, dan mencoba untuk berthan hidup! dimana jika kita terlalu menikmati “hiburan” itu maka Pi sendiri yang akan celaka, maka dari itu Pi memutuskan kembali untuk terus berjalan dan mengarungi lautan.. itu menurut tafsiran saya…
setuju sama pendapat anda, sepertinya sang sutradara memang ingin membuat penonton digiring untuk terbawa jalan cerita tentang pi yg bertahan hidup di lautan setelah kapalnya tenggelam, sehingga kalau di cerna secara sederhana kita hanya mendapatkan cerita yang berakhir dengan dua kisah yg harus di pilih, padahal makna dan inti kisah sebenarnya adalah ada di awal tentang pencarian pi akan tuhan, ya mirip” fight club kalau menurut saya hehe, tapi terserah mau orang menafsirkan film ini seperti apa yg jelas film ini film yg sangat bagus dan indah seperti yg kebanyakan orang katakan. oh iya tulisannya bagus hehehe
terima kasih
so it is with God
menurut saya cerita pertama adalah alegori seperti yg OM said tadi, bukankah sifat manusia seperti kisah kedua tadi sangat binatang, dalam arti cerita pertama sangat manusiawi karena itu realnya, dimana binatang saling membunuh itu wajar maka ini yang dikehendaki Tuhan sedangakan cerita kedua sangatlah kejam dan apakah ini yang dikehendaki Tuhan?
jika si bule dijawab So it is with God karena yang pertama maka memang itu yang dikehendaki Tuhan, dan sama seperti halnya Tuhan
pulau karnivora.
peertama pulau tersebut berbentuk manusia dimana itu penggambaran manusia. Siang hari memberi malam hari memakan, kiasan dari manusia itu sendiri, setiap kegiatan manusia terhabiskan di siang hari, mengenal, interaksi, saling menolong. semua hal baik coba dicitrakan manusia di siang hari. Siang hari memberi (hal positif) karena siang hari semua tampak, manusia secara fisik dan setengah dari manusia yg tak terlihat. namun dimalam hari memakan (negative) malam hari seperti halnya dengan berapa dalam hati manusia tak bisa diukur, munafik, naif, licik picik dan lainnya, dan itu yang coba ditutupi manusia dan manusiapun tak tahu itu akan dilakukannya, tergantung sikon. Yang digambarkan dalamfilm adalah sifat busuk-busuk manusia yang tak disadarinya atau yang disarinya dan ditutupinya. malam hari memakan karena manusia minim kegiatan dimalam hari dan minim melihat perilaku manusia dimalam hari. sama halnya dengan sifat busuk manusia tidak semua orang tahu maka digambarkan pada malam hari.
Manusia memang paradoks. Di satu sisi haus akan kebenaran. tetapi begitu kebenaran diberikan telanjang, manusia takjub dan merasa tidak berdaya, sulit untuk percaya. Sama persis seperti dua orang Jepang yang mewawancara Pi di rumah sakit. Demi kebenaran yang dapat dipercaya oleh pihak asuransi mereka memaksa Pi membuat jalan cerita lain. Padahal jalan ceritanya itu sama dengan jalan cerita pertama dan tetap tidak dapat menjelaskan kenapa kapal bisa tenggelam dan Pi kehilangan keluarganya. Dua-duanya cerita yang sama kejamnya. Pi kehilangan segalanya dan dia juga kehilangan richard parker tanpa ucapan perpisahan sekedar menoleh. Dia kehilangan semua hal di dunia ini yang dia cintai tanpa sempat bilang terima kasih atau selamat tinggal. Kok ya saya justru melihat kisah pertama lebih rasional daripada kisah kedua. Maaf soalnya saya gak cuma nonton filmnya aja tapi juga baca bukunya. Dalam buku pun diceritakan bahwa kedua orang jepang itu diam2 berbisik satu sama lain dan curiga bahwa kisah kedua Pi ini cuma versi yg dibuat agak mirip dg kisah pertama. koki=hyena, orang utan=ibu, zebra=pelaut, harimau=pi sendiri. hahahahaha….
kalo menurut gue, yang dijelasin sama Om Hendri emang masuk akal dan pas banget pesan moralnya juga. Tapi jujur, gue sempet ketawa waktu baca kalimat Om kalo pulau terapung itu si koki yang udah meninggal hehehehe
kalo versi gue nih, pulau terapung itu ibarat Tuhan. dilihat dari jauh seperti tidur. Tuhan emang sepertinya tidur, kita ngomong ga diperhatiin, kita tanya ga dijawab. But, God never sleeps! Tuhan emang ga pernah tidur. inget ga waktu Pi bilang kalo pulau itu memberikan apapun di siang hari dan mengambil segalanya di malam hari? yahh! Tuhan emang ngasih apapun yang kita butuhkan, ngasih sesuatu yang kita minta. semua di dunia ini hanya titipan dan sesaat. dan Tuhan pasti akan mengambil semuanya ketika waktunya tiba
kerenn,.,. baca semua komentarnya sampe ngantuk gini
gw suka interpretasi kejadian sebenarnya versi om, lagi lagi keduluan tentang “pulau karnivora” hehe
menurutku sih, jika di alegorikan kisah itu emng unik dan banyak versi,, bisa saja kan si Zebra adalah Ayah Pi sendiri mengingat kaki zebra patah sementara ayah PI pincang kr polio, lalu hyna adalah saudara PI (abangnya) sendiri.. mengingat saat kapal tenggelam tidak ada adegan yg munjukan bagaimana keadaan keluarga nya di kamar,. Tp bagiku yg jelas bukan cari versi mana yg pas, tp makna yg tersirat di dalam nya