Perjalanan ke Batu – Bagian 2

Standard

Oke, ini lanjutan sharing kisah perjalanan ke Batu, Jawa Timur dari posting sebelumnya. (klik di sini untuk Perjalanan ke Batu – Bagian 1)

Hari kedua. Terbangun bukan hanya karena sinar matahari yang menyusup masuk ke kamar, tetapi karena mendengar suara-suara lenguhan aneh yang belom pernah gw dengar sebelumnya. Lenguhan aneh itu tidak datang dari kamar sebelah, tetapi dari luar. Inilah konsekuensi dari menginap di hotel Pohon Inn yang persis di dalam satu kompleks dengan kebun binatang. Buat yang tidak terbiasa bangun pagi, the bad news kalau menginap di sini adalah, para hewan penghuni Secret Zoo ada yang senang bangun pagi, dan langsung ngegosip mengenai “selebrinatang” terakhir.

Gw pun ke jendela, dan disambut pemandangan ini:

Pemandangan dari kamar. Tampak sebagian kompleks Secret Zoo di bawah.

Pemandangan dari kamar. Tampak sebagian kompleks Secret Zoo di bawah.

Jujur gw gak tahu itu gunung atau bukit (mohon maaf geografi jelek). Tapi pemandangan pagi itu sungguh indah, melihat bukit (atau gunung) yang sedikit demi sedikit berubah kuning karena matahari. Romantis karena disertai suara lenguhan-lenguhan manja dari bawah….

Sesudah mandi dan bersiap-siap, kami pun menukmati makan pagi di restoran hotel. Design restoran hotel dibuat sedemikian rupa sehingga kita bisa makan pagi persis di sebelah kandang macan tutul dan binatang buas lain. Jadi saat kita sibuk menyantap makan pagi, kita pun ditatap dengan penuh selera oleh si macan tutul.

Sarapan ditatap macan tutul

Sarapan ditatap macan tutul

Antara lokasi sarapan dan kandang macan tutul hanya terpisah dinding kaca. Terbayang film2 horror di mana kacanya pecah dan macan-macan itu gantian buffet breakfast para manusia. Hiiiy!

Sesudah sarapan, kamipun bergegas menuju Eco Green Park. Dari Pohon Inn kita bisa berjalan menujur Eco Green Park dengan hanya 5 menit, melalui jalan paving block yang rapi.

Sebenarnya gw bingung juga dengan penamaan Eco Green Park, mengingat atraksi utama dari tempat ini justru adalah…..BURUNG. Pertama kali kita memasuki lokasi, memang terdapat obyek-obyek yang terkesan mengajarkan mengenai mencintai alam dan ekologi, tetapi seperti nanti kita lihat, sebenarnya yang dominan adalah taman burungnya.

Saat melewati pintu masuk, kami disambut pemandangan ini.

Melihat sesuatu yang aneh?

Melihat sesuatu yang aneh?

Sebenarnya ada yang agak aneh dari pemandangan di atas. Ada replika candi-candian yang rada gak jelas maksudnya apa. Ada kolam angsa. Di sebelah kiri ada semacam miniatur tanah longsor, mungkin untuk mengajarkan bahaya jika kita tidak merawat alam. Tetapi yang super duper ajaib adalah….. apakah kamu melihat ada benda kuning yang rada stand-out di atas? Jika tidak melihatnya, mari kita zoom in…

Sequel Transformers di sini?

Sequel Transformers di sini?

Ternyata ada robot Transformers Bumblebee menjaga pintu candi sodara-sodara! Jeng JENG!

Jujur gw dan istri sampai mangap sih melihat ini. Maksudnya apa ya? Selain agak merusak mata, karena sumpah gak matching, gw juga kepikiran apakah Bumblebee ini sudah licensed dari pemilik designya. Oh well…..

Tidak jauh dari situ, ada installation art berupa patung gajah yang terbuat dari elektronik bekas, kebanyakan TV bekas. Tetapi jika didekati, kita bisa melihat ada komputer dan mesin tik bekas juga. Lumayan orisinil. Di sebelahnya ada papan bertuliskan “Aku Tak Terpakai Tapi Bisa Jadi Indah”. Miriplah dengan mantan, tak terpakai tapi bisa jadi indah. Eh….

Gajah dari TV bekas

Gajah dari TV bekas

Dari situ, kami masuk ke (lagi-lagi) tempat eksibisi serangga. Sebenarnya di sini gw mulai bingung sih dengan konsep tempat ini, karena sesudah ajaran tentang recycle mantan, eh sampah, tiba-tiba masuk ke pameran serangga. Tapi yang dijalani saja.

Tempat ini ber-AC, dan pilihan serangganya sangat mirip dengan di Museum Satwa. Kelebihannya adalah, karena tempatnya terang, penuh dengan cahaya alami, maka serangga-serangga (diawetkan) yang berwarna-warni tampak lebih indah di sini.

Tempat pameran serangga

Tempat pameran serangga

Gw sih jijik ya sama serangga, jujur. Tetapi untuk koleksi kupu-kupu, sama seperti di Museum Satwa, bener2 bagus dan cantik-cantik deh. Istri malah senang dengan koleksi tonggeret dan belalang karena katanya mirip dengan “aksesoris”. (Sementara gw bergidik dan rasanya mau nyemprot Baygon lagi ke etalase…)

Koleksi kupu

Koleksi kupu

Detail kupu yang cantik2. Ada yang kalo kena cahaya memantulkan begitu....

Detail kupu yang cantik2. Ada yang kalo kena cahaya memantulkan begitu….

I hate spiders

I hate spiders

Koleksi kumbang. I hate them too.

Koleksi kumbang. I hate them too.

Di dalam tempat pameran serangga ini, ada “atraksi lain” yang tidak kalah lucunya. Yaitu “fakta-fakta serangga” yang ditempelkan dengan format tulisan besar untuk anak2. Beberapa lucu, tetapi ada yang agak kontroversial.

DSC_9653

Mengingatkan kepada teman kamu kah?

Makanya kalau dugem, bawa senter, terus sorotin ke cewek yang kamu taksir

Makanya kalau dugem, bawa senter, terus sorotin ke cewek yang kamu taksir

Oke, gw rasa penggunaan bahasanya gak tepat. Iya gak sih?

Oke, gw rasa penggunaan bahasanya gak tepat. Iya gak sih?

Meninggalkan tempat serangga, masuklah kami ke taman burung. Percayalah bahwa taman burung di dalam Eco Green Park ini benar-benar BUESAARRR. Dianjurkan untuk membawa topi, payung, karena jika siang terik akan panas sekali, sementara area yang harus dilihat sangat besar. Berikut adalah SEDIKIT saja dari begitu banyak koleksi burung (dan binatang lain) yang bisa kita temui di sini.

Pertama kali kita akan memasuki area flightless bird, atau burung yang tidak bisa terbang. Papan masuknya agak membuat kami cekikikan.

DSC_9657

Pada setuju gak kalau burung hobi jalan-jalan? Eh….

Kita akan menjumpai banyak jenis burung yang nenek moyangnya memutuskan untuk tinggal di daratan saja. Yang menarik untuk dilihat bukan hanya burungnya, tetapi PAPAN TULISAN-nya yang nyeleneh dan kadang-kadang gak nyampung becandanya….

Misalnya burung ini....

Misalnya burung ini….

....papan di kandangnya ini. Apa coba?

….papan di kandangnya ini. Apa coba?

Satu lagi "apa sih?" moment

Satu lagi “apa sih?” moment

Setelah burung-burung tak bisa terbang (tapi hobi jalan-jalan itu…). kami melihat ada pojok tanaman. Ada tanaman unik Kantong Semar yang karnivora. Gw seneng banget, karena selama ini hanya tahu Kantong Semar dari majalah, TV, dan sekarang bisa melihat langsung. Agak gimana gitu melihat tanaman yang ternyata senang memakan daging (serangga).

Kantong Semar. Lalat yang terpikat aroma umpan akan masuk ke dalam kantung, tergelincir karena dinding dalam yang licin, dan pelan-pelan "dicerna". Eewww.

Kantong Semar. Lalat yang terpikat aroma umpan akan masuk ke dalam kantung, tergelincir karena dinding dalam yang licin, dan pelan-pelan “dicerna”. Eewww.

Selain Kantor Semar, ada tanaman karnivor lain, yaitu Sarracenia. Ukurannya lebih kecil, tapi ebih “cakep” kalo kata gw.

"Pemangsa bercorong maut". Gak beda sama cowok2 jago sepik sih...

“Pemangsa bercorong maut”. Gak beda sama cowok2 jago sepik sih…

Sarracenia. Si cantik pemakan daging

Sarracenia. Si cantik pemakan daging

Di tengah-tengah areal taman burung, ada semacam tempat singgah untuk ke toilet atau membeli snack/minuman. Uniknya, di tengahnya ada semacam air mancur interaktif, di mana kita bisa bermain dengan semprotan air untuk menghasilkan bunyi-bunyian. Bagi pengunjung yang membawa anak-anak pasti senang, karena sambil beristirahat anak-anak bisa bermain semprot2an di sini.

Kalau kita mengarahkan air ke target dengan tepat, nanti ada "imbalan"nya

Kalau kita mengarahkan air ke target dengan tepat, nanti ada “imbalan”nya

Satu lagi perangkat air unik yang gak penting tapi lucu

Satu lagi perangkat air unik yang gak penting tapi lucu

Sekeluarnya dari situ, ada juga pojok memberi makan kambing dari Amerika Latin (kalau tidak salah inget). Kita bisa memberi makan dedaunan pada sekelompok kambing lapar, termasuk menggendong anak kambing (yang tidak bau). Lumayan lucu kok buat pengalaman.

DSC_9671

Dari situ kami sampai ke sangkar-sangkar burung yang bisa terbang. Buat pecinta nuri/beo dan keluarganya, akan senang sekali di sini, karena bejibun koleksinya, berasal dari berbagai negara. Tampangnya cantik-cantik, unik, dan eksotik. Walaupun panas gw senang sekali melihat mereka.

Lagi pada nongkrong

Lagi pada nongkrong

Biarpun cantik, doi tidak dikejar Fathanah...

Biarpun cantik, doi tidak dikejar Fathanah…

Kalau nggak salah si warna-warni ini dari Brazil. Kayak film Rio.

Kalau nggak salah si warna-warni ini dari Brazil. Kayak film Rio.

DSC_9689

Mentang-mentang namanya ada “military”nya, pas dilihat pengunjung gaya jalannya harus anti mainstream/hipster gitu. Maunya military apa hipster sih?

Panorama suasana sangkar-sangkar burung di Eco Green Park

Panorama suasana sangkar-sangkar burung di Eco Green Park

Ketemu Black Swan, angsa hitam asli dari Australia, dan jadi istilah buku terkenal Nassim Taleb 'The Black Swan'

Ketemu Black Swan, angsa hitam asli dari Australia, dan jadi istilah buku terkenal Nassim Taleb ‘The Black Swan’

Pokoknya foto-foto burung di postingan ini hanya segelintir kecil banget dari begitu banyak koleksi burung di Eco Green Park ini. Gak mungkin gw upload semua sih ya semua fotonya. Beneran harus dateng sendiri kalau mau melihat seperti apa koleksinya.

Inget di awal gw bilang gw agak bingung konsep tempat ini sebenarnya apa? Nah, contohnya ujug-ujug ada sarana permainan di tengah air yang cukup menantang. Intinya adalah kita harus menyelesaikan rute rintangan yang perlu kekuatan fisik dan keseimbangan, kalau tidak kecebur dan basah. Apa coba? Tentunya gw harus iseng mencobanya….

Ini masih gampang....baru mulai soalnya

Ini masih gampang….baru mulai soalnya

Ini sebenarnya mulai susah. Dan yang sesudah ini tidak perlu ditunjukkan lah ya foto2nya....

Ini sebenarnya mulai susah. Dan yang sesudah ini tidak perlu ditunjukkan lah ya foto2nya….

Menjelang ujung area taman burung, ada area menarik, yaitu sangkar raksasa untuk…..MERAK PUTIH. Gw tidak pernah tahu bahwa ada yang namanya merak putih sampai hari itu! Dan serunya lagi, pengunjung bisa masuk ke dalam area sangkar, untuk mendekati dan berfoto di antara merak-merak bule ini. Wah ini baru unik.

Di dalam area merak putih

Di dalam area merak putih

Di ujung area, ada semacam “science building” di mana kita bisa belajar tentang gejala alam seperti topan, gempa bumi, dan lain-lain. Tetapi sayangnya saat kami berkunjung ke sana, area tersebut belum selesai dibangun.

Maka berakhirlah kunjungan kami ke Eco Green Park, dan waktu sudah menunjukkan lewat tengah hari. Jadi bagi yang berencana pergi ke sana, untuk bisa menikmati burung-burung dan atraksi lainnya dengan santai, tidak terburu2, minimal perlu meluangkan waktu 2-3 jam. Kecuali kalau ingin buru-buru sambil lalu, mungkin 1.5 jam juga cukup.

Dari situ, kami melanjutkan perjalanan ke Selecta, sebuah obyek wisata masih di Batu, Jawa Timur, atas anjuran driver mobil sewaan. Sebelumnya tidak ada rencana ke situ, jadi kamu spontan saja mengikuti rekomendasi pak driver, apalagi setelah mendengar bahwa di situ ada kebun bunga besar. Kebetulan, gw suka tempat yang “ijo-ijo”.

Ternyata Selecta adalah tempat wisata JADUL, se-jadul-jadul-nya. Sebegitu jadulnya sampai ternyata tempat ini adalah tempat wisata favorit Bung Karno, dan di gerbang depan ada tugu pembangunan yang menunjukkan tempat tersebut dibangun pada tahun 1950-an. Tetapi jangan salah, kalau gw bilang jadul, bukan berarti tidak bagus. Bahkan gw langsung jatuh cinta dengan kompleks yyang asri dan sangat terawat ini.

Di Selecta terdapat sebuah kolam renang tua yang bersih dan terawat, dengan papan seluncur yang kayaknya juga bersejarah. Dikelilingi kompleks restoran lama dan warung-warung bakso. Tetapi yang paling keren dari tempat itu adalah taman bunga yang besaaaar dan cantik. Cocok untuk piknik, melepas stress, atau pacaran (ehem). Keseluruhan tempat itu benar-benar seperti terasa tempo doeloenya. Oh iya, tempat ini juga keren untuk yang suka foto-foto, karena menyediakan pemandangan yang bagus. Sayangnya karena kami tiba sudah siang menjelang sore, hujan sudah turun. Menurut info yang kami dapat, memang idealnya mengunjungi tempat ini di pagi hari, karena terasa lebih bagus lagi.

Suasana kolam Selecta, diambil dari warung bakso. Ada sepeda air utk mengelilingi kolam berdua. Ihiy.

Suasana kolam Selecta, diambil dari warung bakso. Ada sepeda air utk mengelilingi kolam berdua. Ihiy.

Kolam renang besar di Selecta, dikelilingi pepohonan rimbun nan sejuk

Kolam renang besar di Selecta, dikelilingi pepohonan rimbun nan sejuk

Sudut lain Selecta

Sudut lain Selecta

Berhubung hujan, terpaksa berkostum jas hujan merah warnanya...

Berhubung hujan, terpaksa berkostum jas hujan merah warnanya…Bagus ya pemandangan di belakangnya

Taman bunga di Selecta benar-benar dikelola dengan profesional. Rasanya seperti berada di taman bunga luar negeri saja. Berbagai bunga warna-warni tampak mekar, bahkan saat jam 3 siang sekalipun. Benar-benar tempat yang pas untuk tamasya, foto2, atau pacaran deh.

DSC_9798

DSC_9788

Kayaknya pose ini wajib dilakukan kalau di sini.....

Kayaknya pose ini wajib dilakukan kalau di sini…..

Pemandangan yang cocok untuk perdebatan "Kalau aku rokok, kamu asbaknya ya yang?"

Pemandangan yang cocok untuk perdebatan “Kalau aku rokok, kamu asbaknya ya yang?”

DSC_9803

Entah ini bunga apa, pokoknya bagus aja deh

Ketika hari makin sore, kamipun memutuskan untuk menyudahi kunjungan kami ke Selecta, dan kamipun melanjutkan perjalanan untuk menginap di Malang.

Tiba di Malang, kamu menyempatkan makan malam di tempat jadul “Toko Oen”, yang telah berdiri sejak 1930. Gw senang karena suasana interior yang masih dipertahankan jadul, bahkan sampai furnitur kursi dan meja-nya. Selain Chinese Food, tempat ini terkenal dengan ice cream home-madenya (mirip seperti Ragusa di Jakarta).

Suasana Toko Oen

Suasana Toko Oen

Sesudah makan kami pun mengakhiri hari dan tidur di Guest House.

Hari Ketiga (Minggu)

Mendapatkan info dari followers bahwa Minggu pagi ada Car Free Day dan kegiatan Pasar Minggu di tengah kota Malang. Karena Guest House kami letaknya tidak jauh, kamipun berjalan kaki menuju lokasi Pasar Minggu tersebut.

Bisa dibilang Car Free Day di Malang sangat mirip dengan di Jalan Sudirman, Jakarta. Warga berjalan kaki, naik sepeda, mengikuti senam bersama, atau melihat2 suasana Pasar Minggu. Kami menyempatkan nyempil masuk ke dalam Pasar Minggu. Suasana sangat penuh dan kita hanya bisa berjalan perlahan mengikuti arus. Macam-macam barang yang dijual di sana, dari makanan, minuman, pakaian. mainan, jam tangan, dan lain-lain. Pokoknya sekedar melihat-lihat saja sudah seru.

Kegiatan senam pagi Car Free Day

Kegiatan senam pagi Car Free Day

Suasana Pasar Minggu

Suasana Pasar Minggu

*glek* pengen liat ini dipakai beneran....

*glek* pengen liat ini dipakai beneran….

Ada yang Harlem Shake juga di sana

Ada yang Harlem Shake juga di sana

Di tengah bundaran juga ada mobil dari stasiun radio lengkap dengan DJ di atasnya. Sebenarnya keren sih, tapi….gak kepanasan apa ya? Soalnya matahari terik banget, dan harus asik dengen musik dugem. Ini kali namanya Dugrik. Dugem Terik.

Dugrik. Dugem Terik.

Dugrik. Dugem Terik.

Pada saat berjalan kaki kembali ke Guest House, kami menemukan pelanggaran hukum! Di Car Free Day tampak beberapa anak masih mengendarai mobilnya dengan bebas! Di mana kewibawaan hukum?

Pak Polisi, tangkap mereka!

Pak Polisi, tangkap mereka!

Setelah menghabiskan pagi menikmati Car Free Day, maka tibalah jadwal kami kembali terbang ke Jakarta.

Kami merasa benar-benar senang telah menghabiskan 2 hari 2 malam di Batu dan Malang, Jawa Timur. Dalam waktu relatif singkat itu kami mendapatkan banyak pengalaman wisata yang beragam, dengan iklim yang sejuk (di Batu). Secret Zoo, Museum Satwa, Eco Green Park menjadi obyek-obyek wisata yang seru dan fun , baik untuk keluarga maupun perorangan. Taman Selecta pun menjadi mesin waktu tempat kita bisa beristirahat dan nyepik pacar.

Apakah kami akan kembali lagi ke sini suatu hari? Pasti dong! Kayaknya masih banyak wisata kuliner di kota Malang yang belum terkejar!

Semoga sharing ini bermanfaat untuk yang mau liburan :D

Perjalanan ke Batu – Bagian 1

Standard

Mau cerita pengalaman pertama ke kota Malang dan Batu di Jawa Timur beberapa minggu yang lalu.

Dari dulu gw cuma tahu Malang sebagai kota apel, dan pernah dengar bahwa Batu itu dingin, tapi ya cuma itu saja. Tidak pernah ada kesempatan pergi ke sana untuk urusan pekerjaan juga. Jadi ketika suatu hari seorang teman kantor bercerita bahwa di Batu ada Jatim Park 2 yang keren, gw jadi tergelitik. Dia bercerita bahwa kebun binatangnya keren, dan ada museum bertaraf internasional. Akhirnya gw merencanakan pergi di bulan April ini.

Gw pergi bersama istri menggunakan Sriwijaya Air, penerbangan pertama (jam 0650) hari Jumat, tujuan Malang. Sebelum terbang, ada beberapa pengalaman aneh di Terminal 1.

Yang pertama, istri hendak membeli minuman dari vending machine. Saat hendak mengoperasikan mesin, tiba-tiba ada mas-mas muncul di sebelah mesin, memberikan instruksi, “Langung pilih aja mbak”. Kita bingung sih, kan biasanya vending machine itu dimasukkan uang dulu baru memilih barang. Tapi ya sudahlah, mungkin mesin canggih ini buatan Korea Utara, jadi urutannya beda. Dan istri gw pun menekan tombol di bawah minuman yang ia mau.

“GEDUBRAK!” dan produk minuman yang dipilih langsung jatuh ke tray, tinggal diambil. Padahal belum memasukan uang.

Dan barulah mas-mas tadi mengulurkan tangan menagih bayaran.

………..

Jadi ini tho yang namanya “human-assisted vending machine”. BUAT APA PAKE VENDING MACHINE KALO TETEP AJA PAKE TENAGA MANUSIA YAK?!

Anyway….

Peristiwa supranatural berikutnya. Kami sudah duduk tenang di Gate B4 sesuai yang tertera di boarding pass. Iseng2 gw melihat layar informasi, dan terlihat bahwa pesawat kami akan boarding dari Gate B6. Lho, pindah kok tidak bilang-bilang. Maka kami pun beranjak pergi untuk pindah gate.

Saat melewati meja informasi, nggak tahu kenapa ada perasaan gak enak. Jadi gw pun memutuskan untuk bertanya kepada mas petugas. “Mas, ini beneran flight ke Malang pindah ke B6?”

“Oh nggak mas, masih di sini”

“Lho, saya lihat di layar pindah ke B6?”

“Oooh, itu screennya lagi error mas”, jawabnya sambil nyengir.

……….

Speechless deh gw. Di mana-mana rasanya layar informasi di airport selalu dijadikan pedoman utama para penumpang. Lah ini malah error. Gimana dengan nasib penumpang asing yang terbiasa menggunakan informasi di layar coba? Oh well….

Singkat cerita, akhirnya terbanglah kami ke Malang. Penerbangan berjalan singkat, mungkin tidak sampai 1.5 jam. Menjelang touch down, kalau kita duduk di sebelah jendela, tampak pemandangan sawah menghijau sebelum mendarat. Sayang gw tidak siap dengan kamera untuk mengabadikannya.

Bandara Abdurrahman Saleh adalah bandara kecil, dikelilingi pemandangan perbukitan yang cantik. Kebetulan kami tiba sudah pagi menjelang siang, tetapi cuaca mendung nyaman.

Pose turis domestik wajib

Pose turis domestik wajib

Dengan mobil sewaan, kami pun langsung menuju Batu. Dalam perjalanan kami menanyakan makanan khas Malang apa yang bisa disinggahi kepada driver mobil sewaan mas Bobby, dan mendapat rekomendasi “Nasi bhuk”. Nasi bhuk sebenarnya konsepnya adalah nasi campur/rames, di mana tersedia macam-macam pilihan menu. Yang khasnya adalah, setiap nasi bhuk sudah termasuk sayur rebung dan dendeng kelapa. Dendeng kelapa ini endes, semacam daging sapi tipis crunchy terbalut kelapa. Untuk lauk tambahan gw menambah sate manis, paru goreng, dan tempe. Nyam! Lain kali jika teman2 mau mencoba ini juga. lauk tambahannya tidak perlu berlebihan kayak gw, agar rasa dendeng kelapanya terasa lebih cetar.

DSC_9460

Nasi Bhuk. Sayangnya tertutupi lauk tambahan, jadi dendeng kelapa-nya tidak terlihat, terkubur sate, paru, dan tempe.

Kami langsung menuju ke Batu, kira-kira setengah jam dari Malang. Sepanjang perjalanan menuju ke Jatim Park 2 di Batu, gw menikmati pemandangan kota Malang berupa pohon-pohon besar dan tua, serta bangunan arsitektur lama (mungkin jaman Belanda ya). Dari dulu gw senang feel kota tua yang rindang. Mungkin karena hidup di Jakarta yang gersang dan penuh bangunan modern.

Di Batu, kami langsung disambut udara sejuk (lebih dingin dari Malang) dan cuaca yang mendukung (tidak terik). Tiba di Jatim Park 2, kami langsung memulai dengan Secret Zoo. Sekedar informasi, di Jatim Park 2 ada 3 tujuan utama: Secret Zoo, Museum Satwa, dan Eco Green Park. Selain itu ada hotel Pohon Inn yang menjadi bagian dari Secret Zoo. Percayalah bahwa kompleks Jatim Park 2 ini BENER-BENER GUEDE. Kompleks ini super massive, dan untuk bisa menikmati seluruh kompleks ini sehari tidak cukup, seperti yang telah gw buktikan.

The Secret Zoo

Sesudah membeli tiket Rp 90 ribu seorang (rate hari Jumat), kami pun masuk ke Secret Zoo kira-kira sudah menjelang jam 11. Dan gw bisa bilang bahwa kebun binatang ini benar-benar KEREN. Koleksi binatangnya bener2 massive, dan untuk beberapa binatang kita bisa benar-benar “dekat”. Foto-foto berikut hanyalah sebagian KECIL saja dari begitu banyak spesies yang bisa kita lihat di sana.

Sebelum memasuki kompleks, kita disemprot semacam "disinfektan" (gw sih melipir lewat pinggirnya :p)

Sebelum memasuki kompleks, kita disemprot semacam “disinfektan” (gw sih melipir lewat pinggirnya :p)

Primata yang satu ini mukanya kayak singa

Primata yang satu ini mukanya kayak singa

???????????????????????????????

Sedikit catatan tentang foto di atas. Jadi di sebuah pojokan, gw melihat seperti “space” yang disiapkan untuk komodo (kebetulan letaknya dekat dengan iguana). Masalahnya adalah, tempat itu kok tidak terlihat seperti aman ya. Pagar/barrier terlihat rendah, dan gw langsung terbayang Si Komo nanti bisa melompat, dan mulai mengunyah pengunjung terdekat. Semoga saja tempat si Komodo ini belum final dan nantinya akan aman. Kalau tidak niscaya akan kejadian seperti film B-Movie.

Anak macan putih! Kiyut! Tapi mengunyah rantai besi....

Anak macan putih! Kiyut! Tapi mengunyah rantai besi….

Tenaang, kata penjaganya ular ini tidak tertarik pada manusia kok

Tenaang, kata penjaganya ular phyton bule ini tidak tertarik pada manusia kok. Mungkin karena gw gak bule? Ih rasis!

Lupa ini binatang apa, tapi ekornya kayak korupsi. Cengkeramannya kuat.

Lupa ini binatang apa, tapi ekornya kayak korupsi. Cengkeramannya kuat.

Salah satu sudut Secret Zoo

Salah satu sudut Secret Zoo

Oh iya, sekali lagi, gw gak bercanda kalau gw bilang Secret Zoo ini gede banget. Jadi idealnya kita memakai sepatu/footwear yang nyaman, dan punya stamina seperti Eyang Subur. Tetapi seandainya kita bener-bener gak kuat, disediakan semacam motor listrik (bayar tentunya) untuk mempermudah. Menurut gw sih, sayang kalau tidak berjalan kaki, karena udara Batu yang sejuk nyaman untuk berjalan jauh. Dan sehat juga kan.

Mumpung gak dliat PT (Personal Trainer), gw tiduran aja deh

Mumpung gak dliat PT (Personal Trainer), gw tiduran aja deh

Ada beberapa burung kakaktua yang bisa didekati bahkan berfoto bersama kalau mau

Ada beberapa burung kakaktua yang bisa didekati bahkan berfoto bersama kalau mau

Binatang ini heran mengapa manusia suka mencari pupnya. Betul, ini lah luwak!

Binatang ini heran mengapa manusia suka mencari pupnya. Betul, ini lah luwak!

Akuarium

Secret Zoo juga memiliki bagian aquarium yang, lagi-lagi, guede banget. Bagi penyuka hewat laut, bisa betah berjam-jam mempelajari banyak banget spesies ikan di sini. Bentuknya pun ada yang aneh-aneh dan eksotis.

???????????????????????????????

Maaaak! I found Nemo!

Maaaak! I found Nemo!

Ikan berkaki! Seperti menyaksikan evolusi ketika ikan mulai pindah ke darat menjadi reptil

Ikan berkaki! Seperti menyaksikan evolusi ketika ikan mulai pindah ke darat menjadi reptil

Belut listrik. Mungkin solusi bagi PLN yang byarpet meluluk.

Belut listrik. Mungkin solusi bagi PLN yang byarpet meluluk.

Kayaknya ini masih keluarga lele, tapi premannya. Sumpah gede dan ngeri abis.

Kayaknya ini masih keluarga lele, tapi premannya. Sumpah gede dan ngeri abis.

Harimau dan singa

Bengal tiger. Sumpah ganteng banget! (Eh mungkin aja doi betina sih)

Bengal tiger. Sumpah ganteng banget! (Eh mungkin aja doi betina sih)

Salah satu titik favorit Secret Zoo buat gw adalah tempat harimau dan singa. Aduh, gw seneng banget. Soalnya bener-bener keren. Koleksi harimaunya pun macam-macam, dari Jawa, Bengal, India, sampai Tibet. Dan desain kandangnya sedemikian rupa, sehingga pengunjung hanya dipisahkan oleh tembok kaca. Jika si harimau kebetulan lewat dekat, rasanya bisa menyentuhnya. Ngeri ngeri takjub gitu sih.

Si harimau Bengal pas lewat di dekat kaca, cakepnya luar biasa

Si harimau Bengal pas lewat di dekat kaca, cakepnya luar biasa

Singa putih!

Singa putih!

Di bagian singa, desain kandang sedemikian rupa sehingga jika hoki, pengunjung bisa melangkah DI BAWAH si singa dan menatap ke atas melalui atap kaca transparan. Dengan kata lain, kalau hoki kita bisa melihat ‘anu’nya singa. Sayangnya saat itu kami tidak beruntung melihat ‘anu’ singa karena dia lagi berada di titik lain.

Sekitar jam 1 siang, tiba-tiba turunlah hujan deras. Kami sempat tertahan di dalam cafetaria selama satu jam lebih. Sempat sudah putus asa karena hujan tidak tampak reda, tiba-tiba kami melihat pengunjung lain mulai mengenakan jas hujan dengan model yang sama. Ternyata di dalam Secret Zoo ada mini market yang menyediakan jas hujan. Jadinya kami melanjutkan perjalanan hujan-hujanan dengan jas hujan. Seru juga sih.

Walaupun hujan tetap cemungudh!

Walaupun hujan tetap cemungudh!

Masih buanyak luagi koleksi binatang di Secret Zoo yang tidak bisa gw tampilkan satu persatu. Pokoknya banyak deh. Menurut gw untuk benar-benar menikmati seluruh binatang di Secret Zoo mungkin memerlukan sekitar 3-4 jam. Tapi rasanya benar-benar puas, karena koleksi binatang darat dan air yang ekstensif. Bagaimana dengan burung? Keep on reading.

Museum Satwa

Dari Secret Zoo, kami lanjut ke Museum Satwa, yang letaknya persis di sebelah exit Secret Zoo. Museum Satwa adalah tempat binatang-binatang diawetkan yang diletakkan di dalam semacam diorama. Dan ada juga tulang-tulang besar dinosaurus. (Sejujurnya, gw meragukan tulang dinosaurus nya asli sih. Ada yang tahu?)

Tyranosaurus dan Stegosaurus. Silahkan membayangkan segede apa mereka pas hidup.

Tyranosaurus dan Stegosaurus. Silahkan membayangkan segede apa mereka pas hidup.

Gw heran sih kenapa ada sangkar burung raksasa. Untuk cewek2 yang merasa hidup di sangkar emas? Eaaa....

Gw heran sih kenapa ada sangkar burung raksasa. Untuk cewek2 yang merasa hidup di sangkar emas? Eaaa….

Kambing gunung. Bagus banget, dan dioramanya juga realistis desainnya.

Kambing gunung. Bagus banget, dan dioramanya juga realistis desainnya.

Mirip lah kayak politisi kita rebutan jabatan

Mirip lah kayak politisi kita rebutan jabatan

Singa dengan pose baru menggigit Zebra. Eh bukannya yang berburu singa betina ya?

Singa dengan pose baru menggigit Zebra. Eh bukannya yang berburu singa betina ya?

Pose yang menarik. Lagi ngapain ya mereka?

Pose yang menarik. Lagi ngapain ya mereka?

Buaya muara dan buaya darat #eh

Buaya muara dan buaya darat #eh

Di dalam Museum Satwa juga terdapat bagian serangga yang sangat ekstensif. Sebenarnya gw benci serangga, apalagi segala macam laba-laba, tetapi ya koleksinya memang harus diakui menarik. Yang bagus adalah koleksi kupu-kupu yang banyak sekali dan berwarna-warni. Bisa menjadi inspirasi design deh.

Kupu-kupu banyak sekali

Kupu-kupu banyak sekali

Ini baru sebagian kecil saja lho dari koleksi kupu yang ada

Ini baru sebagian kecil saja lho dari koleksi kupu yang ada

Lebih cantik dari sepatu Louboutin #Jika_Alam_Sudah_Harmonis

Lebih cantik dari sepatu Louboutin #Jika_Alam_Sudah_Harmonis

Koleksi berbagai serangga diawetkan. I hate bugs!

Koleksi berbagai serangga diawetkan. I hate bugs!

Sumpah kalo gw ketemu kumbang ini hidup2 gw pasti ngacir

Sumpah kalo gw ketemu kumbang ini hidup2 gw pasti ngacir

I hate spiders

I hate spiders

Kalau tidak salah ini sejenis belalang sembah (praying mantis)

Kalau tidak salah ini sejenis belalang sembah (praying mantis)

Museum Satwa walaupun tentunya tidak sebesar Secret Zoo, tetap saja sangat luas. Menurut estimasi gw kita perlu 1.5 – 2 jam jika ingin menikmati seluruh exhibit yang ada.

Sebuah pojok Museum Satwa

Sebuah pojok Museum Satwa

Banyak kerangka binatang besar di sini

Banyak kerangka binatang besar di sini

Exhibit beruang kutubnya keren, ada di tengah ruangan

Exhibit beruang kutubnya keren, ada di tengah ruangan

Penampilan boleh sangar, tapi nama asli Wolverine ternyata cupu...hahahaha

Penampilan boleh sangar, tapi nama asli Wolverine ternyata cupu…hahahaha

Koleksi Museum Satwa sangat lengkap, termasuk  binatang laut

Koleksi Museum Satwa sangat lengkap, termasuk binatang laut

Akhirnya sesudah puas berjalan-jalan di Museum Satwa, kamipun keluar dan mencari makan malam, karena hari sudah menjelang sore. Kami memutuskan untuk makan di Malang. Sesuai rekomendasi dari follower di Twitter, kami mencari bakso bakar Pak (atau Cak?) Man. Menurut cerita driver kami Bobby, Pak Man awalnya berjualan di pinggir jalan Ijen, di depan sebuah rumah bagus mentereng. Seiring kesuksesan Pak Man, dia pun akhirnya mampu membeli rumah tersebut, yang sekarang dijadikan tempat permanen berjualan bakso.

???????????????????????????????

Gw sebenarnya bukan ahlinya bakso, jadi tidak bisa berkomentar banyak. Bagi gw sih bakso ini enak saja ya, gurih dengan tekstur kenyal yang berbeda dari bakso biasa. Tentunya seporsi bakso ini tuntas tandas dengan cepat.

Bakso bakar Pak Man

Bakso bakar Pak Man

Batu Night Spectacular

Mumpung kami menginap di Batu, kami pun tertarik mengunjungi BNS (Batu Night Spectacular), sesuai usulan mas Bobby. BNS ini pada dasarnya adalah pasar malam/theme park yang hanya buka malam hari, dan berisi wahana-wahana seru seperti di Dufan. Dengan membayar tiket masuk, kita bisa memasuki kompleks BNS. Untuk menaiki wahana, harus membayar lagi di setiap wahana yang diinginkan.

Bagian depan BNS yang menyambut kita saat baru masuk

Bagian depan BNS yang menyambut kita saat baru masuk

Wahana di BNS

Wahana di BNS

Ada wahana Rodeo juga loh, simulasi naik banteng ngamuk.

Ada wahana Rodeo juga loh, simulasi naik banteng ngamuk.

Wahana cupu rumah digoyang-goyang. Gw akhirnya hanya mencoba ini.

Wahana cupu rumah digoyang-goyang. Gw akhirnya hanya mencoba ini.

Salah satu atraksi utama di dalam BNS ini adalah Lampion Garden. Sesuai namanya, ini adalah sebidang tanah besar yang penuh hiasan lampion yang cantik di malam hari. Saat kami di sana, kebetulan ada kabut turun di Batu, dan ini menyebabkan pemandangan Lampion Garden berkesan dreamy, karena seperti agak blurry karena kabut. Tapi ini keren deh pokoknya. Dan memang ini tempat khusus untuk orang pacaran ya.

Dalam perjalanan menuju Lampion Garden. Perhatikan efek yg ditimbulkan kabut.

Dalam perjalanan menuju Lampion Garden. Perhatikan efek yg ditimbulkan kabut.

Gerbang masuk menuju Lampion Garden

Gerbang masuk menuju Lampion Garden

Gw naik mobil babi!

Gw naik mobil babi!

7 Kurcaci!

7 Kurcaci!

Kereta kencana dari lampion. Kita bisa masuk ke dalamnya loh.

Kereta kencana dari lampion. Kita bisa masuk ke dalamnya loh.

Ada danau kecil dengan lampion2 di atas air. Tempat nembak cewek banget nih.....

Ada danau kecil dengan lampion2 di atas air. Tempat nembak cewek banget nih…..

Pokoknya gw benar-benar senang bisa mengunjungi Batu Night Spectacular ini. Warga Batu harus bangga bisa memiliki night theme park yang keren ini. Gw hanya berharap semoga fasilitas yang bagus ini bisa dipelihara untuk waktu yang lama. Kadang-kadang yang membuat khawatir mengenai fasilitas yang keren-keren di Indonesia adalah pemeliharaannya.

Selesai mengunjungi BNS, kamipun memutuskan untuk mengakhiri hari yang panjang itu dan kembali ke hotel. Kami menginap di Pohon Inn yang kebetulan berada di satu lokasi dengan Secret Zoo. Pertimbangan memilih lokasi ini adalah kenyamanan, karena mudah untuk keesokan harinya kami pergi ke Eco Green Park yang ada di sebelah Secret Zoo.

Untuk pengalaman hari kedua yang gak kalah seru (Eco Green Park dan taman bunga Selecta), akan diteruskan di bagian ke-2! :D

Si Salesman Bermata Tajam

Standard

Mau cerita pengalaman dengan seorang salesman.

Jadi suatu hari, gw lupa membawa charger handphone, dan batere hape sudah mulai tipis, padahal hari masih pagi dan gw bakal memerlukan telepon itu. Jadi dengan sangat terpaksa, gw harus membeli charger. Saat itu kebetulan gw sedang berada di Blok M, dan bergegaslah gw menuju sebuah toko aksesori dan perlengkapan hape.

Memasuki toko, gw pun langsung meminta charger. Si salesman menawarkan charger yang gw minta, dan kemudian menawarkan untuk mengetes apakah charger tersebut cocok dengan hape gw. Sambil mengetes charger, dia pun berkata, “Mas, ini hapenya gak mau dikasih casing? Sudah ada casing untuk Z10 loh.” Tadinya gw tidak berencana membeli casing, akhirnya jadi tertarik. “Ya udah, kamu punya casing warna apa saja?”

Sang salesman pergi ke rak, dan kemudian berkata, “Wah, yang tersisa tinggal warna pink dan hijau saja pak”. Sebagai catatan, baik warna pink dan hijau-nya dua-duanya TERANG GONJRENG POL. Pokoknya terang banget deh. Ketika gw melihat warna yang ada itu, spontan gw berkata,

“MASAK KAMU NAWARIN WARNA ALAY SEPERTI ITU?!” (dengan nada ‘galak’ tetapi bercanda)

Tanpa tersendat sedikitpun, si salesman dengan tenang berkata, “Lah, tas ransel bapak warnanya sama hijaunya dengan ini…..”

Dan gw bengong. Karena dia benar, tas ransel gw warnanya juga hijau stabilo, dan matching banget dengan si casing hijau. Tanpa berkata apa-apa lagi, gw pun membeli casing tersebut.

Kebetulan sekali, gw sedang membaca sebuah buku berjudul “Life’s A Pitch. What the World’s Best Sales People Can Teach Us All”.

9780670921515_C0_S.jpg

Walaupun dari judulnya terkesan buku ini adalah business book mengenai sales, tetapi sebenarnya pengarangnya justru ingin menyasar pembaca dari seluruh latar belakang. Philip Broughton mewawancari berbagai salesman dari industri yang berbeda-beda, dari berbagai negara, dan hasilnya adalah pelajaran, kebijaksanaan apa yang bisa kita pelajari dari salesman-salesman terbaik dunia yang bisa diterapkan di dalam hidup kita, apapun profesi kita. Sebagai contoh, salah satu sifat yang harus dimiliki oleh sales adalah ketangguhan menerima penolakan (rejection) dan tetap berpikir positif. Penolakan selalu dianggap sebagai batu loncatan lebih dekat menuju sukses. Para salesman yang bagus disebut sebagai “happy losers”, karena mereka bisa melihat penolakan bukan sebagai kegagalan, tetapi sebagai pelajaran yang dijalani dengan senang hati.

Salah satu trait lain dari salesman handal adalah kemampuan ‘membaca’ calon konsumen. Selain ‘mendengarkan’ apa yang diinginkan pembeli, seorang salesman harus bisa cepat mengamati si konsumen, untuk mengetahui hal-hal mengenai konsumen yang bisa membantu proses penjualan. Mirip dengan perceptiveness seorang Sherlock Holmes dalam melihat segala sesuatu, tidak hanya sekedar ‘melihat’, tetapi juga menganalisa dan menghubungkan dengan informasi lain.

Kalau dipikir-pikir, mata yang tajam ini tidak hanya berguna di dalam profesi sales. Siapapun kita, apapun profesi kita, kita semua bisa mendapat manfaat dari memiliki mata detektif saat berbicara dengan orang lain. Apakah untuk membantu bisnis, pekerjaan, atau sekedar membangun relationship yang lebih baik dengan orang lain, semua bisa dibantu dengan mendengar dan ‘melihat’ dengan lebih baik.

Dalam kasus gw dan si salesman di toko aksesori hape, jelas bahwa walaupun gw mengomel soal warna alay, dia sudah lebih dahulu ‘melihat’ warna ransel gw yang alay (dan juga matching dengan warna casing). Dengan membalikkan kata-kata gw, dia sukses menaklukkan gw :)

Di saat akan membayar, si salesman masih menawarkan lagi, “Powerbanknya gak mau sekalian pak?”, dan kali ini gw harus tegas. Gw pun berteriak, “Sudah, SUDAH!! Tadi hanya mau beli charger sekarang sudah nambah casing. Cukuuup!!”

Dan dengan tenang, si salesman pun hanya tersenyum. “Yah, namanya juga sales pak.” I have to say I love this guy. Tenang, tidak “pushy”, dan bermata tajam. Dan dengan demikian dia bisa menjual barang yang tadinya tidak gw cari.

We can learn something new everyday, from people of any professions! :)

Review Awam Sony Xperia Z

Standard

Bulan Maret bener-bener seru dengan smartphone baru. Kali ini gw mendapatkan Sony Xperia Z, smartphone Android terbaru dari Sony. Berikut adalah review awam gw.

[Disclaimer wajib: ini adalah review awam seorang pengguna, jadi memang tidak akan membahas teknis terlalu detail. Jika teman2 ingin review yang komplit dan teknis, bisa mendapatkan dari sumber-sumber lain, misalnya review CNet, Techcrunch, Engadget, dll.]

Mereview sebuah handset Android adalah tantangan tersendiri buat gw, mengingat situasi “unik”nya. Maksud gw begini. iOS adalah satu kesatuan dengan iPhone, BB10 adalah satu kesatuan dengan BlackBerry. Mereview iPhone dan BlackBerry adalah satu kesatuan device dan OS. Sementara dengan Android, ada keluarga besar berbagai merek handphone yang mengusung Android OS, tetapi pada saat yang sama, satu merek bersaing dengan yang lainnya. Satu model saling bersaing satu sama lain, di dalam merek yang sama dan dengan merek pesaing. Persaingan di dunia Android tidak hanya dengan OS lain iOS ataupun BB10, tetapi juga sesama produsen Android. Jadi, mereview Xperia Z ini (buat gw) lebih susah, karena bisa membandingkan dengan platform lain, atau merek lain sesama Android.

Latar belakang menjadi referensi. Gw menyadari bahwa review gw pasti tidak bisa lepas dari latar-belakang smatphone yang gw pakai. Saat mereview gw sedang menggunakan Samsung Galaxy Note 2 dan BlackBerry Z10. Disadari atau tidak, pasti gw akan membandingkan Xperia Z dengan kedua device tersebut. Seseorang yang sudah terbiasa menggunakan iPhone 5, atau Windows Phone, mungkin akan punya perspektif yang berbeda dalam mereview Xperia Z. :)

Buat gw, mereview smartphone Sony adalah pengalaman menarik. Jujur aja, bagi gw Sony saat ini tidak terlalu ‘ngetop’ di segmen smartphone, di tengah dominasi BlackBerry, Samsung, iPhone. Dahulu, saat masih bernama Sony Ericsson, brand ini cukup ngetop (gw masih inget dengan Walkman phone-nya). Somehow, ketika smartphone mulai tumbuh pesat, gw tidak inget ada model yang kuat dari Sony. Jadi gw sendiri penasaran mau kenalan dengan si Xperia Z yang konon mendapat banyak review bagus di luar negeri.

Oke, mari kita mulai.

Spesifikasi dasar

Xperia Z memiliki prosesor quad core (empat inti) Qualcomm 1.5 GHz, mungkin salah satu Android phone dengan prosesor tercepat saat ini (sebagai perbandingan, iPhone 5 masih menggunakan dual core). OS Android Jelly Bean.

Layar 5 inch, 1920 x 1080 pixels, dengan ketajaman 441 ppi (pixel per inch). Semakin banyak pixel per inch, semakin tajam gambar. Sebagai perbandingan, iPhone 5 hanya memiliki 326 ppi.

RAM 2GB, internal storage 16 GB, dan masih bisa ditambahkan MicroSD sampai 32 GB.

Penampilan fisik

Pertama kali gw memegang Z, yang terlintas di pikiran gw: “Cantik banget handphone ini”. Z berbentuk perfect slab, persegi, hitam, glossy, dan terlihat seperti piano. Melihat Z mengingatkan juga akan tivi LCD Sony Bravia. Kesannya sangat premium, Seluruh sisi; depan, belakang, samping, atas, bawah, memiliki permukaan mengkilap seperti mirror. Masalah design adalah hal yang subyektif. Gw pribadi menyukai design sangat minimalis ini – cantik, tapi bukan feminin.

si hitam pekat nan mengkilap

si hitam pekat nan mengkilap

Sebegitu mengkilapnya permukaan Z, sampai kita kayaknya bisa menggunakannya untuk ngaca.

Permukaan depan, seperti kaca

Permukaan depan, seperti kaca

Cover belakang juga sangat mengkilap.

Cover belakang juga sangat mengkilap.

Tetapi permukaan mirror ini memiliki sisi positif maupun negatif. Sisi positifnya adalah estetika, karena memang benar2 terlihat mahal, dan elegan. Tetapi di sisi lain, menjadi fingerprint magnet, apalagi di cover belakang. Dengan cepat sidik jari kita yang berminyak akan cepat terkumpul, dan gw jadi sering ngelapin cover belakang.

IMG_00000181

Z juga terasa tipis dan ringan. Mengapa bisa tipis? Gw curiga karena baterai yang tidak bisa dicopot. Jadi baterai dan cover belakang tidak bisa dibuka sama sekali.

Seberapa besarkah Z? Nah, di sinilah penilaian gw terpengaruh referensi pribadi. Karena biasa menggunakan Galaxy Note 2 yang layarnya 5.5 inch, maka Z dengan layar 5 inch buat gw menjadi pas saja. Dapat dipegang di tangan dengan erat dan mantap. Tetapi mungkin untuk yang biasa menggunakan layar 4 inch, maka akan terasa besar. Menurut gw, layar 5 inch masih pas, walaupun sudah mendekati kategori phablet (phone tablet, seperti Note 2). Bagi gw layar 4 inch iPhone 5 terasa kekecilan untuk kebutuhan browsing atau menonton film (atau karena mata gw aja yak mulai tua? :p)

Z, diapit Z10 dan Note 2

Z, diapit Z10 dan Note 2

Kalau diamati, Z sangat minim tombol. Hanya ada satu tombol Power yang prominent, dan tombol volume suara. Tombol Home, Back, dan Running Applications tidak berupa tombol fisik, tetapi tombol virtual di dalam layar. Selain itu, kita bahkan tidak akan bisa melihat port USB, port untuk headphone, atau port untuk MicroSD. Mengapa? Karena seluruh port tersebut tertutup rapat dengan sejenis cover.

Port untuk USB dan charger, ada penutupnya

Port untuk USB dan charger, dan MicroSD, ada penutupnya

Lobang jack headphone

Lobang jack headphone

Mengapa seluruh port ditutup dengan cover? Percaya atau nggak, alasan utamanya bukan estetika, tetapi karena Xperia Z ternyata didesain TAHAN AIR (water resistant) dan juga tahan debu (dust resistant). Dan tahan airnya gak basa-basi, karena bisa terendam sepenuhnya. Tetapi harus diingat ini BUKAN kamera bawah air, jadi bukan untuk dipakai snorkeling. Kemampuan tahan air ini lebih untuk kasus-kasus tidak sengaja terkena air, misalnya terkena hujan, dilempar pacar ke kolam renang, atau tercebur ke toilet…. (MALES JUGA KAN LOE MUNGUTNYA?!)

Tes dikucurin air. Gw ngilu sendiri ngeliatnya.

Tes dikucurin air. Gw ngilu sendiri ngeliatnya.

Tes rendam. Dan Z tidak bermasalah sama sekali. Tinggal dikeringkan, dan langsung berfungsi normal. Keren!

Tes rendam. Dan Z tidak bermasalah sama sekali. Tinggal dikeringkan, dan langsung berfungsi normal. Keren!

Tidak hanya tahan air, layar Z didesain tahan baret (scratch resistant), dan tahan pecah (shatter proof). Di balik penampilan yang premium, justru ternyata ada ketangguhan fisik yang luar biasa.

Di tengah persaingan sengit antar Android, fitur ini buat gw lumayan membedakan Z dari yang lain. Yang unik, Z tidak diposisikan sebagai smartphone outdoor atau adventure. Kebanyakan handphone tahan air/banting biasanya didesain rugged, terlihat tangguh, terkesan sangat outdoor. Sementara Z yang bertampang ballroom hotel bintang 5 justru tak disangka2 punya ‘ilmu kebal’ jawara.

Kalo dipikir2, si Z ini menurut gw malah personifikasi James Bond :D . Cakep classy, tapi tangguh. (Catatan: Xperia Z bukan smartphone Bond di Skyfall).

Operating system. Gw gak akan membahas banyak karena tidak ada yang spesial secara OS. Jelly Bean terasa mulus di Z, mungkin karena memory dan prosesor yang cepat. Tidak ada yang spesial menurut gw. Tombol sentuh di kanan bawah berfungsi menampilkan seluruh apps yang sedang running, dan ada bypass untuk beberapa utility apps, seperti kalkulator, recorder, dll.

Dalam keadaan locked screen, ada bypass ke music player dan kamera

Dalam keadaan locked screen, ada bypass ke music player dan kamera

Screenshot_2013-03-09-08-51-11

Display. Oke, ini ada yang bisa dibahas. Tadi sudah gw singgung bahwa ketajaman Z luar biasa. Dan memang tulisan kecil terlihat begitu tajam, bahkan untuk layar yang sebesar ini. Sony menyediakan Mobile Bravia Engine 2, semacam teknologi image enhancement untuk melihat foto dan film dengan kualitas gambar lebih bagus. Lucunya, buat gw teknologi ini membuat warna gambar oversaturated (merah menjadi terlalu merah, biru terlalu biru, dst.) Walhasil, si Mobile Bravia Engine ini malah gw matiin, karena gambarnya lebih bagus dalam setting-an normal.

Dalam setting-an normal, displaynya sudah bagus sekali sih menurut gw. Warna sangat cerah, dan ditambah resolusi gila-gilaan di atas, soal gambar harusnya Xperia Z salah satu yang teratas deh.

Kamera. Gw bukan fotografer profesional, tapi gw termasuk pengguna kamera hape yang suka ‘ngulik’. Secara keseluruhan, gw puas dengan kamera Z. Settingan kamera sangat lengkap, ada panorama, pilihan scene mode, image stabilizer. Satu fitur menarik adalah “Intelligent Auto”. Kamera juga sudah memiliki face detection. Kebetulan gw punya kamera pocket Sony Cybershot, dan fitur Intelligent Auto juga ada di situ. Sebenarnya fitur ini mirip auto tapi sedikit lebih canggih, dalam pengertian dia akan memilihkan scene mode untuk kita (Night, Face, Sport, dll.) Most of the time, fitur ini akurat. Hanya saat memotret orang, fitur ini suka memilih soft mode, mungkin dimaksudkan membuat wajah orang lebih cakep, tapi gw gak cocok hasilnya.

Logo kiri atas menunjukkan sedang mode Intelligent Auto

Logo kiri atas menunjukkan sedang mode Intelligent Auto

Z memiliki kamera belakang 13 MP, kayaknya terbesar saat ini (rata-rata smartphone 8 MP). Karena gw males dengan hasil file yang terlalu besar, akhirnya gw kecilin lagi ke 5 MP. Buat yang butuh foto resolusi besar akan menghargai resolusi ini.

Kamera depan 2 MP, sudah 1080p (tapi tanpa autofocus). Untuk foto2 narsis, sudah cukup lah :D

Berikut adalah hasil pemotretan dengan Z, tanpa edit.

DSC_9159

DSC_9161

Gw cukup puas dengan kualitas foto makro-nya.

Foto makro

Foto makro

Foto-foto indoor tanpa flash cukup memuaskan

DSC_9162 DSC_9163

Foto indoor, low-light, tanpa flash

DSC_9146

Foto malam hari menurut gw cukup memuaskan untuk sebuah kamera hape

DSC_9165

Bagi gw, kamera adalah salah satu kekuatan Xperia Z. Bukan hanya dari segi megapixel, tapi dari berbagai setting dan fitur2 yang gak gw temui di smartphone lain (walaupun Z tidak memiliki TimeShift milik BB10 atau Best Shot dari Samsung).

Baterai. Gw sempet mikir apa ada Konspirasi Power Bank ya? Kebanyakan smartphone batrenya parah banget, dan membuka peluang bisnis manufaktur dan penjualan power bank. Sebelum mencoba Z, bagi gw batre paling top adalah milik Galaxy Note 2, yang bisa bertahan 22-24 jam (dengan bantuan aplikasi battery saver). Bagaimana dengan Z?

Batre Z memiliki kapasitas 2330 mAh. Menang dari iPhone 5 yang hanya 1440 mAh, tetapi kalah dari Galaxy Note 2 3100 mAh. Tampaknya Sony sudah menyadari masalah klasik dengan baterai smartphone, maka Z sudah menyediakan fitur Stamina Mode. Pada dasarnya Stamina Mode tidak berbeda dengan aplikasi battery saver yang sudah tersedia di Android Play, bedanya hanya sekarang sudah “built-in” saja. Cara kerja Stamina Mode adalah memutus semua koneksi data saat layar menjadi gelap, dan hanya menyisakan hubungan telepon dan SMS. Sampai saat ini dengan Stamina Mode (setting default mode) gw sudah mendapatkan sampai 24 jam dengan penggunaan biasa. Lumayan banget. Tapi ya itu, konsekuensinya adalah, saat Z sedang standby dengan layar gelap, tidak akan ada update Twitter, WhatsApp, Line, Path, sampai kita “membangunkan” handsetnya kembali.

Screenshot_2013-03-09-11-11-53

Bagusnya Stamina Mode adalah dia bisa dicustomize. Dia bisa diaktifkan pada level sisa baterai yang kita mau. Kita juga bisa menentukan aplikasi mana yang hendak tetap menyala dalam keadaan standby. Tentunya, semakin banyak aplikasi yang kita ijinkan tetap menyala dalam Stamina Mode, ya “sama juga bo’ong”, karena tidak akan menghemat tenaga baterai.

Kesimpulan

Gak salah kalau Xperia Z dijadikan model jagoan oleh Sony di awal 2013 ini. Beberapa poin kuatnya adalah: design yang benar-benar cantik, tetapi memiliki kemampuan tahan air dan layar tahan baret. Layar dengan resolusi tertajam saat ini, dan kamera yang kaya fitur. Sekali lagi, gw bener-bener terpesona dengan kemampuan tahan air yang dipadu dengan model stylish, dan BUKAN model outdoor yang klise. Kalo elo merasa mirip  James Bond, atau JANE Bond; kece, keren, tapi perlu hape yang fisiknya tangguh untuk menghadapi misi rahasia (atau toilet rumah), maka Xperia Z bisa dipertimbangkan.

Tampaknya Xperia Z adalah salah satu model Android terkuat saat ini. Saat postingan ini ditulis, S4 dari Samsung belom ‘brojol’. Kita lihat bagaimana Xperia Z nanti melawan S4. In the meantime, this is one stylish yet tough black beauty!

[Catatan: menurut informasi resmi, Xperia Z dihargai Rp 7,499,000]

Blog ke-100: Review buku ‘Antifragile’

Standard

Woh, postingan ke-100 di WordPress! Sempet mikir, harus menulis tentang sesuatu yang rada ‘berat’ nih, karena pas seratus.

Kebetulan banget, gw baru selesai membaca buku terakhir Nassim Nicholas Taleb “Antifragile. Things That Gain From Disorder”. Berhubung Taleb adalah penulis favorit gw, dan bukunya menurut gw bagus, maka postingan ke-100 ini gw pakai untuk mereview buku tersebut saja.

13530973

Gw sudah membaca 3 buku karya Taleb. Dan gw bisa bilang semua bukunya ‘membekas’ di benak gw. Bukunya yang gw baca pertama adalah ‘Fooled by Randomness’. Buku ini seperti ‘membangunkan’ gw untuk menyadari bahwa banyak hal dalam hidup yang terjadi secara acak (random), dan kebiasaan manusia yang suka menghubung-hubungkan, mencari kausalitas (sebab-penyebab) di dalam hal-hal yang sebenarnya tidak ada hubungan sebab akibat.

Buku kedua, ‘The Black Swan’, membahas tentang peristiwa-peristiwa ‘hampir muskil’ (near improbable) yang justru berdampak besar pada kehidupan manusia. Ironisnya, justru karena ‘hampir muskil’, maka manusia sering mengabaikannya, dan dengan mengabaikannya, kita semua ter-expose pada resiko yang besar. Buku ini menjadi sangat terkenal, karena diterbitkan tepat sebelum krisis finansial 2008. Sebelum krisis finansial 2008, tidak ada yang memprediksi adanya krisis. Dunia keuangan merasa semua berjalan baik-baik saja, sampai tiba-tiba, BOOM! Subprime mortgage crisis. Karena krisis finansial ini, buku The Black Swan menjadi populer, karena seolah-olah peringatannya “terbukti”. (Catatan: mengapa judulnya The Black Swan, atau angsa hitam? Karena dahulu sekali, dunia mengira semua angsa berwarna putih, sampai ditemukan angsa hitam di Australia. Angsa hitam digunakan oleh Taleb sebagai simbol sesuatu yang dianggap tidak mungkin eksis, dan ternyata eksis, bisa memporak-porandakan pemahaman sebelumnya)

Dan sekarang, Taleb menulis ‘Antifragile’. Bagi gw, buku ini seperti bagian ketiga dari sebuah trilogi penting. Jika di kedua buku sebelumnya Taleb sepertinya memfokuskan kepada ‘ancaman’ (ancaman ilusi suatu pattern dari sesuatu yang random, dan ancaman peristiwa2 near improbable), di buku ketiga Taleb (berusaha) menunjukkan bagaimana hidup yang meraih keuntungan (gain) dari dunia yang random dan volatil ini.

Gw hanya akan memilih beberapa poin yang gw anggap menarik dari buku tersebut. Tentunya gw menganjurkan untuk membaca sendiri buku ‘Antifragile’ untuk bisa memahami sepenuhnya pikiran Taleb.

Apa itu ‘antifragile’?

Apakah lawan kata ‘fragile’ atau ‘rapuh’? Jawaban yang umum adalah ‘robust’, ‘solid’, ‘kokoh’. Tetapi menurut Taleb, kata-kata tersebut bukanlah lawan kata yang tepat. Lawan kata ‘negatif’ adalah ‘positif’, bukan ‘netral’. Robust, solid, kokoh adalah posisi netral, bukanlah lawan kata fragile. Jika fragile/rapuh berarti dirugikan jika menghadapi guncangan, maka lawan katanya haruslah sesuatu yang justru diuntungkan jika diguncang. Robust, solid, kokoh hanya berarti ‘tidak dirugikan’, tetapi belum diuntungkan.

Sebagai ilustrasi, jika ada paket yang berisi barang rapuh, maka biasanya di kemasannya ditulis: Fragile, please handle with care (mohon diperlakukan dengan hati-hati). Tetapi jika ada paket yang berlawanan dengan fragile, maka pesannya seharusnya: mohon diperlakukan dengan kasar, sembarangan, dll.

Karena menurut Taleb tidak ada kata untuk menjelaskan lawan kata fragile, ia memperkenalkan kata antifragile. Antifragile adalah sebuah sifat di mana guncangan, stres, ke-acak-an (randomness) justru disukai dan memberi manfaat oleh yang mengalami. Lebih dari sekedar robust, kokoh, kuat yang sekedar “tidak terganggu” (karang besar yang kokoh diterpa badai hanyalah “kokoh”, tetapi tidak “antifragile”).

Pertanyaan wajar berikutnya adalah: memangnya ada sesuatu yang antifragile di dunia ini? Hanya karena sesuatu tidak memiliki nama, bukan berarti sesuatu itu tidak ada….

Tubuh manusia sebagai contoh antifragility

Tidak perlu jauh-jauh mencari. Makhluk hidup, kehidupan biologis, adalah sesuatu yang antifragile. Misalnya tubuh manusia. Tubuh manusia adalah contoh di mana stressor, ke-acak-an, volatilitas, sampai tahap tertentu, justru bisa membuat tubuh itu lebih baik. Saat kita berolah-raga, mengangkat beban, jogging, sebenarnya kita sedang ‘menyiksa’, memberikan stress kepada tubuh kita. Vaksinasi pada dasarnya adalah mengenalkan tubuh kita dengan kuman (walaupun dilemahkan). Hasil dari ‘siksaan/stressor‘ tadi adalah tubuh yang lebih kuat dan sehat. Tentunya jika stressor terlalu besar, ya badan kita bisa jebol juga.

Bayangkan jika tubuh kita setiap hari hanya hidup nyaman. Hanya makan, tidur, santai. Tidak ada stress, tidak ada keringat, tidak ada pegal-pegal karena kerja fisik/olah-raga. Ada kemungkinan kita malah sakit dan menjadi lemah kan? Taleb meneruskan konsep ini dengan anak-anak. Anak yang terus dilindungi secara fisik dan mental, jadwal yang serba teratur, dijauhkan dari stress (dalam kadar sehat), kesulitan, dan tantangan, tidak akan berkembang optimal. Anak-anak itu justru akan menjadi rapuh (fragile).

Variasi dalam hidup itu penting untuk menjadi antifragile. Taleb membandingkan seorang karyawan kantor yang hidupnya ‘stabil’ selama bertahun2, dengan gaji rutin, dan kesannya ‘secure’, dengan seorang supir taksi yang telah biasa menghadapi pendapatan yang bervariasi, kadang bagus, kadang jelek. Si karyawan tadi akan lebih tidak siap jika harus menghadapi krisis tak terduga (misalnya PHK).

Taleb membandingkan dengan perekonomian atau pasar yang terlalu stabil. Ketika terjadi fluktuasi, maka akan timbul panik. Sebaliknya, jika ekonomi/pasar sudah biasa melihat adanya volatilitas (pada skala yang masih sehat), maka para pelaku tidak akan sereaktif dan sepanik itu. (Bayangkan punya pacar yang rutin menelpon jam 9 malam teng setiap hari. Ketika dia telat menelpon 5 menit saja, menimbulkan kecemasan! :) )

Kestabilan (semu) justru bisa berakibat guncangan yang lebih besar. Kebakaran-kebakaran kecil di hutan diperlukan, untuk membersihkan tumpukan sampah daun kering yang mudah terbakar. Jika kebakaran-kebakaran kecil tersebut tidak ada, justru sampah kering akan menumpuk lebih banyak, dan akan berakibat kebakaran yang lebih dahsyat yang lebih destruktif.  Begitu juga dengan bisnis dan hidup, maka tantangan, masalah kecil, hambatan2 yang sering terjadi membuat kita lebih kuat untuk menghadapi masalah yang lebih besar.

Dalam dunia politik, negara2 diktator yang terkesan ‘stabil’, justru memendam sumbu instabilitas yang besar. Negara-negara Timur Tengah seperti Mesir, Lybia, Syria, yang selama puluhan tahun terlihat ‘stabil’ di bawah pemerintah otoriter, ketika sekalinya meledak justru menjadi rusuh tidak keruan.

Mungkin itu sebabnya pasangan yang kadang2 bertengkar (dalam taraf sehat) justru bagus untuk relationship. Konflik-konflik kecil membuat kedua pasangan belajar menyelesaikan konflik, bandingkan dengan pasangan yang terus rukun, menghindari konflik, dan tiba-tiba….JEGER!Kena masalah yang langsung berat, dan tidak mampu menghadapinya.

Ketika kita sakit. Taleb juga menghubungkan konsep antifragility dalam pendekatan medis. Menurutnya, banyak sekali intervensi medis yang lebih banyak efek sampingnya dibanding manfaatnya, apalagi untuk masalah medis yang relatif ringan. Alam sudah menyiapkan manusia untuk banyak sakit penyakit ringan, yang tidak perlu terburu-buru dihantam obat. Dan gangguan kesehatan, sampai tahap tertentu, adalah variabilitas yang diperlukan tubuh biologis untuk menjadi lebih baik. Gw jadi merasa ini mirip dengan orang Indonesia yang flu sedikit langsung menelan antibiotik, padahal tubuh sebenarnya bisa sembuh sendiri. Akibat penyalahgunaan antibiotika sudah kita rasakan, dengan adanya bakteri kebal antibiotika yang justru lebih mematikan.

Antifragile tidak memerlukan prediksi masa depan. Lebih baik jika kita memiliki sifat antifragile, daripada berusaha memprediksi masa depan. Dengan kata lain, menjadi siap untuk keadaan apapun jauh lebih berharga daripada berusaha mengetahui masa depan. Karena jika menjalani hidup dengan berdasarkan prediksi masa depan, maka kita berisiko menjadi korban prediksi yang keliru (dan track record kita dalam memprediksi masa depan terbukti buruk.)

Strategi Barbell. Bagaimana kita bisa menjadi antifragile? Taleb menyebut konsep barbell (tau kan? Yang diangkat atlit angkat berat itu loh). Sederhananya begini. Seperti barbell, maka kita sebaiknya ‘bermain’ aman di satu sisi (melindungi kita saat keadaan jelek), agar kita bisa mengambil risiko besar di sisi lain (sehingga kita bisa meraih keuntungan saat keadaan bagus). Sebagai ilustrasi, dalam investasi, seorang investor bisa menaruh 90% asetnya dalam format yang sangat aman, dan 10% dalam format yang sangat berisiko (dengan potensi untung yang besar juga). Dengan cara ini, sang investor akan relatif terlindungi saat keadaan memburuk, dan menjadi sangat untung saat keadaan bagus. Strategi ini lebih bagus dibandingkan ia menaruh 100% hartanya dalam investasi dengan resiko “medium”.

Ada contoh menarik dari buku ini. Dikatakan bahwa banyak penulis ternama di Eropa mempertahankan pekerjaan yang ‘aman’, misalnya menjadi pegawai negeri sipil, dan di saat yang sama menjadi penulis. Hal ini juga merupakan bentuk strategi barbell. Jika bukunya gagal, dia masih memiliki pekerjaan. Dan jika bukunya sukses, dia tinggal menikmati hasilnya.

Gw jadi inget blog Ernest Prakasa yang menjelaskan mengapa ia berani menjadi stand-up comedian. Ernest menjelaskan bahwa dia telah membangun karir sebagai karyawan kantoran sebelum menjadi seorang stand-up comedian. Seandainya dia gagal sebagai komedian, dengan mudah dia tinggal kembali ke profesi sebelumnya. Bagi gw, ini juga strategi barbell. Di satu sisi sangat agresif, di satu sisi sangat paranoid/mencari aman.

Kekuatan dari strategi barbell di atas adalah, kita tidak perlu menduga atau memprediksi masa depan akan seperti apa. Karena apapun yang terjadi, kita either terlindungi (atau mengalami kerugian secara terbatas), atau untung besar.

Alternatif dari strategi barbell adalah strategi “tengah2″, yang oleh Taleb justru malah merugikan.

Poin-poin lain yang menarik:

  • Menurut Taleb, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi tidaklah didorong oleh akademia dan teori text-book, tetapi dari proses tinkering, yaitu sekelompok entrepreneur dan tukang utak-atik yang secara trial and error menemukan hal-hal baru yang berguna
  • Pendidikan tidak menghasilkan kesejahteraan! Bahkan menurut Taleb yang terjadi adalah sebaliknya, karena ekonomi membaik maka orang mengirimkan anak ke sekolah. Sekali lagi, yang mendorong perekonomian adaah para pengusaha yang “mencoba-coba”, bukanlah anak sekolahan yang belajar teori di kelas.
  • Timeless wisdom yang diturunkan turun-menurun berdasarkan praktik lapangan jauh lebih superior dari teori akademis, karena sudah teruji
  • Waktu adalah penguji fragility. Sesuatu yang telah bertahan selama 100 tahun, kemungkinan akan bertahan 100 tahun lagi. Sesuatu yang sudah bertahan 1,000 tahun, kemungkinan akan bertahan 1,000 tahun lagi (piramid Mesir?), dst. Artinya, buku-buku klasik dari penulis Romawi dan Yunani kuno jauh lebih berharga dan teruji daripada tulisan modern
  • Realita non-linear. Non-linear, sebagai lawan dari linear, bisa digambarkan sebagai berikut. Sebuah kota yang bertambah jumlah mobilnya sebanyak 3 kali tidak berarti lama perjalanan menjadi bertambah 3 kali juga, karena bisa menjadi 5 kali, 6 kali , atau bahkan 10 kali (nonlinear). Hal ini karena semakin banyak jumlah pemain/variable, maka kompleksitas hubungan antar mereka bertambah dengan dampak tak terduga. Contoh lain: semakin besar dan kompleks sebuah proyek (misalnya proyek konstruksi), semakin tidak bisa ditebak kapan selesai dan berapa lama keterlambatannya.

Ini hanya sebagian saja dari banyak hal menarik lain di dalam buku Antifragile. Buku ini tidak bisa dibilang ringan, tetapi bagi gw membuka pikiran, serta memberikan inspirasi praktis dalam menjalani hidup. Gw khususnya sangat suka dengan filosofi barbell, serta perlunya elemen random dan variabilitas (dalam bentuk kesusahan, tantangan baru, dll) di dalam hidup kita, untuk menjadikan kita tidak ‘rapuh’. Gw juga diingatkan akan kesia-sia-an (berusaha) membaca masa depan, dan yang lebih penting adalah mengembangkan antifragility untuk menghadapi segala kemungkinan situasi.

Apakah gw merekomendasikan buku ini? Tentunya, walaupun sudah gw sebut bahwa buku ini lumayan ‘berat’. Bagi yang belum pernah membaca karya Taleb, gw menganjurkan untuk memulai dahulu dengan ‘Fooled by Randomness’, diikuti ‘Black Swan’ dan barulah ‘Antifragility’. Tetapi jika pembaca ingin membaca HANYA SATU saja karyanya, gw akan menganjurkan Fooled by Randomness. Relatif ringan, dan memberi cara pandang yang penting mengenai hidup.

:)

Review Awam BlackBerry Z10

Standard

Akhirnya, BlackBerry Z10 tiba, dan gw berkesempatan mencobanya sebelum resmi ada di pasaran. Yay! Dan sekarang gw akan berbagi review awam gw, seperti biasa. Mengapa gw selalu menggunakan istilah “awam”? Ya karena emang gw beneran hanya pengguna awam, yang tidak terlalu mengerti teknis. Jadi review gw ya sebatas pengguna umum saja. Jika pembaca merasa butuh review yang sampai teknis, misalnya membahas hardware dan teknologi yang digunakan secara mendetail, bisa membaca review oleh CNet, atau Techcrunch, misalnya. Selain itu, gw hanya membahas poin2 penting saja yang gw anggap menarik, dan tidak keseluruhan fitur/kemampuan Z10 yang ada.

Sebelum gw mulai membahas produk secara mendetail, mungkin beberapa informasi konteks untuk latar belakang dulu.

  • Penamaan. Mungkin di social media sering melihat istilah “BB10″ atau #BB10. Sebenarnya ini bisa menimbulkan kesalah-pahaman. “BB10″ adalah nama OS BlackBerry yang baru, dan bukan nama handsetnya. Handsetnya sendiri yang akan dirilis bernama “Z10″ (yang akan dirilis di Indonesia pertama, full touch screen), dan kemudian menyusul “Q10″ (dengan keyboard physical seperti Bold).
  • BB10 adalah OS yang dibangun dari awal, sama sekali baru. Jadi dia betul-betul tidak punya hubungan darah sama sekali dengan OS7 sebelumnya. Menurut penjelasan dari BlackBerry Indonesia, OS BB yang sebelumnya sebenarnya lebih dirancang untuk kebutuhan korporat dan bukan consumer, karenanya ada beberapa kelemahan. BlackBerry menjanjikan bahwa OS10 yang dibangun dari baru sama sekali ini memang didesain untuk consumer.
  • Jam Pasir yang kondang dandang itu. Berkaitan dengan poin di atas, BlackBerry menjanjikan tidak akan ada lagi insiden jam pasir, karena arsitektur memory yang telah diperbaiki. Dan sesudah seminggu gw pakai, gw memang belom pernah ketemu jam pasir. GO TO HELL JAM PASIR!
  • Saking BB10 adalah OS yang baru sama sekali, maka software BB Desktop Manager tidak bisa lagi digunakan. Kita harus ke situ blackberry dan mendownload software baru bernama “BlackBerry Link“. Link ini lah yang akan digunakan untuk mentransfer data dari BB lama ke BB10.
  • Paket data yang digunakan. INI PENTING BANGET dan harus disimak. Mulai dengan Z10, maka kita tidak memerlukan lagi langganan data khusus BlackBerry (BIS). Asal kita telah membeli paket data internet, maka otomatis BB10 bisa aktif. Ini penting bagi calon pengguna BB10 yang saat ini telah berlangganan paket BIS. Artinya paket BIS harus dinonaktifkan, dan diganti paket data biasa. (Dalam kasus gw, langganan pascabayar BIS gw di Telkomsel gw non-aktifkan, dan bisa segera diganti dengan paket Flash).
  • Micro SIM. Z10 sudah menggunakan micro SIM card, jadi anda yang ingin berpindah dari BB yang lama harus menukar dahulu SIM card yang biasa dengan yang micro. Jangan maen asal gunting yak!

Oke, kayaknya itu dulu informasi background yang kayaknya penting untuk diketahui. Mari membahas devicenya.

Informasi hardware

Z10 memiliki layar 4.2 inch, 1280 x 768 dengan resolusi 356 ppi. Konon resolusi Z10 lebih tajam dari iPhone 5 (326 ppi). Tetapi siapa sih yang bisa melihat perbedaan sekecil itu? Tapi memang display Z10 terasa sangat tajam dengan warna yang buat gw sudah cukup memuaskan.

Prosesor 1.5 GHz dual core (bandingkan dengan iPhone 5 1.2 GHz). Tetapi ingat bahwa “kecepatan” bukan masalah cepet2an GHz, karena bergantung OS juga. Dual core sendiri bagi gw sudah bukan yang terdepan, mengingat beberapa model Android sudah menggunakan quad-core. Sekali lagi, persepsi kecepatan bukan ditentukan semata oleh kecepatan prosesor (Mesin Avanza kalo ditaro di sepeda roda tiga mungkin bisa ngebut juga….)

Internal storage 16 GB. Ini lumayan generous menurut gw. Tetapi kalo masih gak puas, masih bisa ditambah MicroSD sampai 32 GB. Jadi total jenderal bisa, ummm, bentar pake kalkulator dulu, 16+32 jadi…. ummm…. ah, 52GB! Wuow!

Batre 1800 mAh yang bisa diganti. Soal daya tahan baterai, nanti di bawah yaaa :)

Kamera belakang 8 MP, sudah HD video recording, kamera depan 2 MP.

Soal body

Susah juga gw ngereview soal body, karena memang pengalaman yang sangat subyektif, dan tergantung referensi pembanding kita apa. Secara dimensi untuk digenggam, Z10 baik2 saja, dan menurut gw cukup ringan. Sebagai perbandingan, gw foto di sebelah BB Torch 1 dalam keadaan slide up.

20130225_140035

20130302_144255

Soal penampilan, gw dapet yang warna putih, dan buat gw cakep aja (sebenarnya gw gak terlalu rewel dengan warna body). Yang bagus dari model yang putih adalah ada dua warna, bagian putih di atas dan bawah dan hitam di tengah. Yang hitam juga bagus, full black, dan lebih maskulin, walaupun tidak bisa dipungkiri sekilas agak mengingatkan pada iPhone 4S yang hitam.

Bagian belakang adalah plastik bertekstur sehingga tidak licin, dengan lambang BB yang cukup prominent di tengah (pokoknya gak akan terlihat sebagai “apel” deh, biar lagi mabok juga…), dan kamera serta satu lampu LED duduk anteng di kiri atas.

20130302_154311

MANA TOMBOL BB-NYAAAA???

Buat yang biasa pake BB, siap2 bengong, karena…. TOMBOL BB-NYA ILAAANG!! Tidak hanya itu, tidak ada tombol “home” seperti di Android ataupun tombol “back”! Tombol yang ada hanya tombol on-off di atas, dan tombol volume suara (dengan tombol “pause” di tengah). Tetapi udah itu to’, gak ada tombol laen. JENG JEEEENGGG!!

Mengapa tombol BB yang sakral itu hilang? Karena ada hubungannya dengan OS BB10 yang mengandalkan “touch gesture”. Gw coba menjelaskan seperti apa satu-satu. (This is gonna be one looooong blog review….)

Mari kita mulai dari screen saat keadaan terkunci. Dalam keadaan locked screen, kalau kita menekan tombol on-off, screen hanya menampilkan notification, dan tidak mengunlock screen. Yang bagus dari design ini adalah, icon kamera bisa diakses langsung tanpa mengunlock screen (ada di kanan bawah).

IMG_00000083

Jadi bagaimana dong unlocknya? Caranya adalah jempol digosok dari tulisan BlackBerry di bawah, ke arah atas. Maka lock screen akan “tersingkap” (kayak buka rok gitu) ke arah atas. Tinggal di”sentil” ke atas, maka lock screen akan terbuka. Inilah salah satu penggunaan “touch gesture” dari BB10, dan masih banyak lagi penggunaan lainnya.

20130302_145532

Untuk membuka lock screen, jempol ditaruh di tulisan BlackBerry…..

...kemudian jempol didorong ke atas, dan lock screen "tersingkap"

…kemudian jempol didorong ke atas, dan lock screen “tersingkap”

Application Menu

IMG_00000064

Tidak ada yang istimewa dari menu app. Menu app sangat mirip dengan Android dan iOS. Yang pasti gerakan menu terasa sangat smooth.

“Peek”

Touch gesture menjadi andalan dari BB10 experience, dan penggunaan lain adalah “peek” (ngintip). Dan ini memang literally soal ngintip-ngintipan. Maksudnya begini. Dengan BB10, saat kita lagi asyik dengan sebuah aplikasi (Twitteran, BBM-an, nonton film perjuangan, dll) dan tiba-tiba ada pemberitahuan pesan baru masuk (lampu merah kelap-kelip), kita tidak perlu menutup aplikasi yang sedang digunakan untuk mengecek pesan yang baru. Dengan gesture sama seperti membuka lockscreen, maka kita bisa melihat notification, kemudian jika jempol digeser ke kanan, maka kita masuk ke BlackBerry Hub, tempat SELURUH pesan (BBM, email, SMS, Twitter, FB, LinkedIn, dll) berkumpul. Jika kita ingin langsung membalas, bisa. Tetapi jika kita mikir “Ah males, dari mantan”, jempol tinggal kita geser ke kiri, dan kita kembali ke aplikasi awal. Dan sepanjang kita melakukan ini semua, aplikasi awal tadi berjalan terus, tidak ter-close.

Saat ada notification masuk, dengan jempol kita dorong ke atas. Aplikasi mengecil, dan tampak list notif di kiri

Saat ada notification masuk, dengan jempol kita dorong ke atas. Aplikasi mengecil, dan tampak list notif di kiri

Jika jempol kita dorong ke kanan, tampak halaman "Hub"

Jika jempol kita dorong ke kanan, tampak halaman “Hub”

Jika tertarik untuk merespon, cukup diteruskan ke kanan. Jika kita, jempol kita geser ke kiri dan kita akan kembali ke aplikasi awal (yang tidak pernah tertutup)

Jika tertarik untuk merespon, cukup diteruskan ke kanan. Jika kita malas merespon, jempol kita geser ke kiri dan kita akan kembali ke aplikasi awal (yang tidak pernah tertutup)

Ini lah yang dimaksud dengan tagline baru BB10 “Keep You Moving”, karena BB10 memungkinkan pengalaman kita berkomunikasi dan menggunakan aplikasi tidak terputus/terinterupsi.

Multiple Application running

BB10 mampu menjalan sampai 8 aplikasi secara simultan. Jika kita ingin berganti aplikasi, maka aplikasi yang sedang kita gunakan cukup “disentil” ke atas, dan kita akan sampai ke running applications page. Tinggal pilih ingin pindah ke aplikasi yang lain.

IMG_00000084

8 aplikasi bisa berjalan secara simultan

Apa yang terjadi jika kita membuka aplikasi ke-sembilan? Aplikasi yang pertama kita buka akan ditutup.

Virtual keyboard

Kita sudah sering mendengar banyaknya anggota BB “fundamentalis” yang cinta BB mati-matian karena keyboardnya. Pokoknya keyboard BB nomor satu, persetan dengan iPhone atau Android smartphones. Yah, gw gak heran juga sih. Sebelum ini gw menggunakan BB Curve 3G, dan memang mengetik dengan keyboard fisik masih terasa lebih cepat.

Jadi gimana dong dengan Z10 yang full touch screen?

Sesudah gw mencoba Z10 selama beberapa hari, tanpa keraguan sedikitpun gw akan bilang bahwa virtual keyboard dari Z10 BENER-BENER BAGUS. Gw belom pernah punya iPhone, jadi perbandingan gw adalah Android (Huawei, Samsung Galaxy Note 2), dan gw bisa bilang virtual keyboard Z10 lebih unggul (bahkan melawan aplikasi keyboard seperti SwiftKey sekalipun).

Yang pertama, desain keyboard virtualnya sangat baik. Tombol2 besar, dan saat mengetik cepat pun gw merasa akurasi yang sangat baik, tidak mudah untuk typo.

Tetapi inovasi yang paling keren adalah predictive typing-nya. Jadi, Z10 akan mempelajari kebiasaan mengetik kita, bahkan kata-kata yang kita pakai (Z10 memiliki database berbagai bahasa, termasuk Bahasa Indonesia!). Kemudian saat mengetik, Z10 akan mencoba “menebak” kata-kata berikut apa yang hendak kita ketik, dan menawarkan prediksinya tersebut.

Sampai di sini, pengguna Android akan berkata, “CIH, APA HEBATNYA NYET? ANDROID JUGA BISA, PAKE SWIFTKEY!” Betul, predictive system sudah ada sejak lama (eh bahkan jaman Nokia Symbian kalo gak salah), tetapi inovasi yang dilakukan Z10 lumayan keren. Kata prediksi akan ditempatkan di atas tombol huruf awalan kata prediksi tersebut. Dan jika kita ingin menggunakannya, kata tersebut tinggal kita “sentil” ke atas dengan jempol. Pake contoh saja yaa…

Misalnya kita hendak mengetik “bertemu”. Pada saat kita baru mengetik “ber….”, maka di huruf “T” sudah tersedia “bertemu”, sementara di huruf “D” sudah tersedia “berdua”, dan di huruf “I” ada “berikan”. Kalau kita memang ingin menulis “bertemu”, maka jempol kita cukup menyentil huruf T ke atas, dan kata “bertemu” pun akan lompat ke typing window. Keren deh, dan bener-bener bikin menulis tambah cepat.

Gw baru mengetik "ber..." Perhatikan kata "bertemu" di huruf T dan "berdua" di huruf B

Gw baru mengetik “ber…” Perhatikan kata “bertemu” di huruf T dan “berdua” di huruf B

Gw ketemu video demo soal cara mengetik “disentil” di atas. Semoga membuat lebih jelas :)

Touch gesture lain yang digunakan di keyboard virtual: untuk mendelete kata terakhir, tidak perlu menggunakan tombol Delete, cukup swipe jempol dari kanan ke kiri di mana saja di keyboard. Kelihatannya hal sepele, tetapi sangat membantu. Yang lainnya, saat kita perlu mengubah keyboard dari huruf ke simbol, biasanya di smartphone lain kita harus menekan tombol khusus di pojok bawah; nah untuk Z10, cukup swipe jempol dari atas ke bawah (di mana saja di keyboard), dan keyboard akan berubah. Lagi2 hal sepele, tetapi sangat mempercepat proses pengetikan.

Tampaknya pihak BlackBerry benar-benar menaruh investasi serius dalam pengembangan virtual keyboard yang bagus, dan hasilnya nampak nyata. Bagi gw pribadi, keyboard Z10 ini adalah fitur terkuat dari Z10, di antara semua fitur dan inovasi2 yang lainnya. Jadi untuk pengguna BB dengan keyboard fisik, menurut gw gak perlu ragu untuk pindah ke all touch screen.

Tetapi kalau teman-teman masih ngotot jadi pengguna keyboard fisik, tenang saja, Q10 akan hadir beberapa bulan lagi.

BlackBerry Messenger

Bagi banyak orang, hidup tanpa BBM rasanya hampa. Bahkan dengan kehadiran begitu banyak messenger lain, BBM tampaknya masih menguasai hajat hidup orang banyak. Entah itu untuk keperluan bekerja, bisnis, atau mempertahankan harapan balikan ke mantan, pengguna BBM jumlahnya mungkin masih lebih banyak dari fans Aceng. Jadi ada apa di BBM baru di BB10? (Catatan: jangan khawatir saat pindah ke BB10, jika kita punya BlackBerry ID, maka semua kontak BBM akan pindah komplit ke device baru, tanpa membutuhkan software desktop)

IMG_00000071

Selain tampilan yang lebih cantik, buat gw yang paling menarik adalah fasilitas Video Call untuk BBM. Mungkin temen2 sudah tahu bahwa di BBM di OS7 sudah tersedia voice call gratis (lewat internet). Nah di BB10 ini dikembangkan bahkan menjadi video call. Yang keren juga, kita bisa “screen share” dengan teman videocall kita. Screen share artinya apa yang tampak di screen kita bisa dilihat oleh teman videocall kita. Berguna buat situasi2 genting dengan taruhan nyawa, misalnya cewek2 yang mau ngasih tahu ada tas/sepatu sale baru ke temen2nya.

Sayangnya ini baru berlaku untuk sesama pengguna BB10, dan tentunya membutuhkan sambungan data yang reliable.

Videochat untuk BBM. Sekarang gak hny chatting tapi bisa ngobrol dengan video juga.

Videochat untuk BBM. Sekarang gak hanya chatting tapi bisa ngobrol dengan video juga.

Kamera

Buat gw, kamera selalu adalah fitur penting. Gw bukan penggemar fotografi profesional, tetapi fasilitas-fasilitas kamera adalah hal yang gw perhatikan. Bagaimana dengan kamera Z10?

Jujur, gw memiliki mixed feelings mengenai kamera Z10. Ada inovasi keren, tetapi ada juga kelemahannya. Sesuai dengan tradisi bad news before good news, gw akan memulai dengan apa yang gw kurang puas.

Setting kamera terbatas. Saat gw membuka setting, jujur gw kaget, karena pilihan yang sangat terbatas. Setting hanya bisa mengubah antara kamera belakang atau depan, pilihan stabilization, pilihan scene mode, pilihan flash, dan aspect ratio (wide screen atau normal), UDAH. Bahkan tidak ada pilihan besar resolusi yang cukup basic (karena kadang2 kita ingin hasil foto yang tidak terlalu besar ukuran file-nya). Tidak ada setting exposure untuk mengkompensasi lighting. Tidak ada juga pilihan white balance seperti umum di kamera-kamera lain.

Jika elo adalah pengguna kamera smartphone yang memang gak ribet, just aim and shoot, sebenarnya tidak masalah. Tapi untuk gw yang kadang suka mengubah-ubah setting, jujur gw merasa terbatasi.

Oh iya, inget kan tadi gw bilang Z10 ini pelit tombol? Nah, ini termasuk tidak adanya tombol shutter. Jadi cara motret bagaimana? Cukup tap di manapun di screen. Jujur gw kurang suka, karena buat gw memotret harus menggunakan telunjuk kanan seperti kamera biasa, karena menurut gw lebih stabil secara handling. Terus, bagaimana cara kita memilih fokus jika kebetulan obyek tidak berada di tengah? Sebelum memotret, kita harus hold and drag si kotak fokus ke tempat yang kita mau, baru kemudian kita foto. Buat gw rada nggak lazim.

20130302_145458

kotak fokus digeser ke arah obyek utama sebelum di-tap untuk memotret

Nah, sekarang the good news

Kecepatan. Kamera Z10 benar2 cepat (snappy), jadi sehabis mengambil gambar bisa segera mengambil gambar kembali. Cocok jika tidak ingin kehilangan momen-momen penting.

Timeshift. Fitur Timeshift ini sangat mirip dengan “best shot” milik Samsung, tetapi ada perbedaan yang membuat Timeshift menurut gw lebih canggih.

Dalam fitur Best Shot, smartphone Samsung mengambil burst shot (beberapa frame dalam tempo sepersekian detik) dan kemudian berusaha memilih FRAME terbaik. Jadi kata kuncinya di sini adalah memilih FRAME.

Bagaimana dengan Z10? Z10 lebih canggih karena dari burst shot tadi, kita bisa memilih EKSPRESI WAJAH TERBAIK. Gilanya lagi, pilihan ekspresi ini bisa dilakukan per wajah (jika ada beberapa orang di dalam foto). Artinya, kalau kita memfoto 3 orang teman alay kita, namanya alay pasti ada aja yang ekspresinya yang gagal dan gak kece. Dengan Timeshift, SETIAP teman kita bisa kita carikan wajah terkece.

Ilustrasi foto di bawah gw ambil dari situs ldnfashion.com

Fitur Timeshift akan mengenali wajah wajah yang ada di foto

Fitur Timeshift akan mengenali wajah wajah yang ada di foto. Perhatikan wajah si cowok yang gak kece itu matanya merem….

Blackberry_Z10_Timeshift

setiap wajah yang terdeteksi bisa dicarikan ekspresi terbaik dari burst shot yang diambil sebelumnya

Fasilitas built-in photo editing. Z10 sudah memiliki fasilitas photo editing built-in yang menurut gw cukup bagus. Kita bisa melakukan cropping, mengapply filter, mengubah brightness/contrast, dan creative tools lain. Yang gw suka adalah cara mengaplikasikan yang unik. Pengalaman gw di Android, kalau kita menggunakan filter, maka foto langsung “berubah” menggunakan filter tersebut. Di Z10, filter bisa di-slide, sehingga kita bisa membandingkan antara sebelum dan sesudah, digeser2 sesuka hati. Walaupun terkesan sepele, tetapi kalo dicoba sendiri menyenangkan deh.

Filter bisa diaplikasikan secara sliding, jadi kita bisa membandingkan dulu seperti apa hasilnya sebelum diapply full

Filter bisa diaplikasikan secara sliding, jadi kita bisa membandingkan dulu seperti apa hasilnya sebelum diapply full

Contoh lain penggunaan slide (Sepia) yang bisa dislide

Contoh lain penggunaan slide (Sepia) yang bisa dislide

Penggunaan "style" juga sama, dilakukan secara sliding

Penggunaan “style” juga sama, dilakukan secara sliding

Kok gw sibuk membahasa fitur2 kamera tetapi malah belom komentar soal hasil fotonya sendiri yak…. Menurut gw hasil kameranya bagus2 aja. Sebagai pengguna amatir, warna sudah cukup bagus. Selain itu built-in editor di atas sangat membantu untuk memperbaiki hasil foto secara basic. Gw juga sangat senang dengan hasil foto jarak sangat dekat, karena Z10 mampu memfoto dari jarak sangat dekat, serta hasil background yang menjadi blur.

Foto jarak jauh, tanpa edit

Foto jarak jauh, tanpa edit

One small step for the little ones. (Menggunakan filter Lomo)

One small step for the little ones. (Menggunakan filter Lomo)

IMG_00000101_edit

Purple glory. Hanya mengubah brightness dan contrast.

Jempol keren gw. Perhatikan efek blur di belakang.

Jempol keren gw. Perhatikan efek blur di belakang.

IMG_00000063

Kolega2 gw di kantor

Kolega2 gw di kantor

Kolega2 gw, dengan filter Sepia

Kolega2 gw, dengan filter Sepia

Browser cepat. Salah satu yang dibanggakan oleh BlackBerry mengenai Z10, adalah kecepatan browsernya. Jadi menurut tool test kecepatan HTML5, kecepatan browser Z10 mengalahkan iPhone 5. Gw pribadi jarang menggunakan browser karena layar yang menurut gw masih kekecilan buat browsing. Tapi bagi yang suka memakai browser, informasi di atas mungkin berguna.

Masalah aplikasi. Nah, aplikasi memang bisa menjadi kelemahan BB10 saat ini. Walaupun pihak BlackBerry mengklaim telah memiliki 70 ribu lebih aplikasi di BlackBerry World (sejenis Android Play Store), dan sudah ada game2 menarik (Angry Bird Star Wars, Asphalt, Where’s My Water, dll) tetapi masih banyak aplikasi populer lain yang belum ada. Whatsapp, Path belum bisa ditemukan di BB10. Twitter client sangat terbatas, walaupun Twitter for BB10 lumayan lah (gw gak pernah suka app asli Twitter dari dulu). Instagram konon tidak akan hadir di BB10 (selamat tinggal deh Cetar Membahana Tante Planetarium…) Bagi penyuka aplikasi yang beragam di Android dan iOS, pasti akan merasa pilihan aplikasi yang ada sangat terbatas.

BlackBerry World. Sudah lebih baik dibanding sebelumnya

BlackBerry World. Sudah lebih baik dibanding sebelumnya

Bagi kaum professional, mahasiswa, atau siapapun yang menggantungkan cita, cinta, dan masa depan kepada…. Microsoft Office, sudah tersedia Docs to Go, di mana kita bisa mereview document Office (Word, PowerPoint, Excel) , dengan tampilan yang baik. Jadi sudah nggak bisa lagi deh kita berkelit dengan jawaban “Saya belum liat dokumennya bos, masih di jalan. Macet!” :D

Docs to Go sudah jadi app bawaan di Z10

Docs to Go sudah jadi app bawaan di Z10

Contoh tampilan Excel yang dibuka dengan Docs To Go

Contoh tampilan Excel yang dibuka dengan Docs To Go

BlackBerry Remember. Buat pengguna BB, ada yang dulu pakai Notes? Dulu gw sih pake banget, buat naro nomor2 penting: paspor, rekening bank, dll. Nah, di BB10 fitur ini berevolusi menjadi BlackBerry Remember. Kelebihannya adalah catatan2 kita sekarang bisa ditambahkan foto, schedule, dll, dan ini terintegrasi ke dalam BlackBerry Hub di atas.

Contoh entry note di BlackBerry Remember yang multimedia

Contoh entry note di BlackBerry Remember yang multimedia

Baterai. Selama seminggu ini, baterai bertahan selama 6-9 jam, dan ini bagi gw masih mengecewakan (mengingat Note 2 bisa sampai 22 jam! Dengan bantuan aplikasi battery saver tentunya.) Lucunya, belom lama ngobrol sama teman kantor pengguna iPhone 4S, ternyata mereka bisa lebih parah lagi katanya. Rupanya kepuasan masalah baterai adalah hal yang relatif, tergantung referensi pembandingnya apa. :D

Gw masih berharap OS BB10 yang biasanya masih akan diupdate bisa memperpanjang umur baterai.

[Catatan tambahan soal baterai: sesudah lebih dari seminggu menggunakan Z10, gw baru nyadar bahwa aplikasi yang dibiarkan menyala di background bisa mempengaruhi konsumsi baterai. Jadi gw nyoba untuk rajin tutup aplikasi. Misalnya sesudah main Twitter, ya di-close aja app-nya, jangan dibiarin running. Kelihatannya membantu deh]

Kesimpulan (sementara). Ini kesimpulan sementara gw setelah menggunakan Z10 selama seminggu. Bisa aja berubah. Namanya juga ababil.

Secara keseluruhan, tidak salah untuk berkata bahwa Z10 dengan OS BB10 benar-benar sebuah BlackBerry yang baru sama sekali. Dengan OS yang dibangun from scratch, BB10 benar2 sudah putus hubungan dengan para pendahulunya, dengan user experience lebih smooth, kemampuan multitasking yang canggih dan tidak terputus, serta fitur touch gesture. Jika dahulu BlackBerry bisa dibilang sangat tertinggal dibandingkan dengan Android dan iOS, gw bisa bilang bahwa sekarang BlackBerry is “back in the game”. Pokoknya pengguna Android dan iOS udah gak bisa lagi sembarangan mencela2 BB. Tetapi…..(selalu ada tetapinya…)

Apakah Z10 bisa membuat hardcore user Android dan iOS berpaling? Menurut gw sih sulit. Walaupun Z10 adalah device yang cukup bisa bersanding dengan Android dan iOS secara hardware dan teknologi, keterbatasan aplikasi (saat ini) akan menjadi faktor yang menghambat dalam merayu pengguna kedua platform tersebut. Semoga BlackBerry bisa mengejar ketertinggalan aplikasi, baik secara kualitas maupun kuantitas.

Apakah Z10 bisa mempertahankan basis pengguna BlackBerry yang sekarang? YES. Ini adalah upgrade yang selayaknya bagi mereka yang selama ini setia menggunakan BlackBerry.

Bagi gw, ada segmen pengguna smartphone yang masih akan sangat dipuaskan oleh Z10, yaitu segmen profesional di mana “komunikasi untuk produktivitas” (multichannel: email, SMS, BBM, dll) adalah hal yang terpenting, dan bukan “entertainment” (games, app gak penting tapi menghibur, dll). Bagi yang memerlukan smartphone untuk menunjang produktivitas, khususnya untuk bisnis, karir (dan mungkin juga percintaan), maka Z10 dengan OS BB10 menawarkan konektivitas mumpuni. Jangan lupa design keyboard virtual yang cetar anti badai membuat kegiatan typing di touch screen menjadi lebih optimal.

Sekian review awam gw. Maaf kalo tidak komplit atau kurang mendetail, mungkin bisa menghubungi langsung pihak BlackBerry Indonesia di @BlackBerryID. Semoga berguna :)

 

[Tambahan]

Catatan setelah penggunaan selama 2 bulan

Setelah kira-kira hampir 2 bulan digunakan, Z10 yang gw miliki mulai sering crash. Crash di sini berhenti, atau tidak responsif terhadap sentuhan. Memang tidak ada jam pasir yang muncul, tetapi efeknya sama saja, bengong kayak jomblo di malam Minggu. Perbedaan dari OS sebelumnya, minimal, gw tidak perlu mencopot baterai, karena tombol on/off masih berfungsi untuk melakukan restart. Tapi ini tetap saja mengganggu. Apakah mungkin OS BB10 masih mengandung bugs ya?

 

KakaoTalk Challenge! #spon

Standard

Jadi gw diminta client supaya bisa bikin permainan dengan teman2 via KakaoTalk nih. Lumayan kok hadiahnya. Pemenang pertama akan dapet smartphone Google Nexus 4 yang baru, gres, dan sexy! 2GB RAM, layar besar 4.7 inch, prosesor Quad-Core 1.5 Ghz, Android OS Jellybean. Gress banget dah! Yang jomblo dijamin dapet pacar pake hape ini! (Syarat & Ketentuan Berlaku)

440x330-nexus-4-1

Selain itu ada hadiah kedua Samsung Galaxy S3 Mini. Biarpun mini, rejeki maksi! Plus hadiah hiburan stiker2 KakaoTalk yang eksklusif belum ada di Indonesia.

xl_Samsung-S3-Mini-4-624

Gimana cara ikutan #KaTalkChallenge ini? Gampaaaang! Segampang memakzulkan pejabat kawin lagi!

Yang pasti, kalian perlu punya messenger app KakaoTalk di smartphone elu (untuk tahu lebih juh tentang KakaoTalk, cek review gw di sini). KakaoTalk tersedia untuk Android, iPhone, BlackBerry, sampai Windows Phone loh. Kemudian, ajak temen2 dan mantan2 kamu sebanyak2nya untuk menginstall KakaoTalk juga. Makin banyak teman yang terkumpul, kans menang #KaTalk bertambah, karenaaaa……

Kamu harus membentuk “group chat” dengan semua teman2 kamu di KakaoTalk. Terus invite gw di ID: newsplatter. Jangan lupa abis invite gw, gw disapa di grup, supaya keliatan di hape gw.

2013-02-21 18 46 36

Naaah, kalian punya kesempatan mengumpulkan teman2 untuk grupchat sampai hari Sabtu 23 Februari jam 4 sore. Jam 4 sore, GROUP DENGAN MEMBER TERBANYAK berkesempatan untuk mengikuti tantangan KakaoTalknya! Seluruh anggota dari groupchat yang terpilih tadi berkesempatan untuk mengikuti tantangan berhadiah smartphone Nexus 4, S3 Mini, dan stiker2 tadi. Tantangannya apa? Rahasia dooong, sampai hari Sabtu. Pokoknya akan menguji kemahiran kamu menggunakan KakaoTalk deh.

Gitu aja! Gampang dan fun kan? Ditunggu grupnya yaaa di KakaoTalk gw.

Review KakaoTalk, Messenger Dari Korea

Standard

Mau ngebahas KakaoTalk, messenger dari Korea, kebetulan client perusahaan tempat gw bekerja.

Jujur gw belom pernah denger soal KakaoTalk sebelumnya, sampai kantor gw mendapatkan mereka sebagai client. Waktu pertama kali denger bahwa ini adalah aplikasi messenger, jujur gw skeptis. “Ha, ada messenger baru lagi? Apa nggak jenuh ya udah ada BBM, Whatsapp, Line?” Karena mereka adalah client dari kolega gw, jadinya gw berkesempatan untuk nyobain dan juga mengetahui beberapa fakta baru, misalnya, bahwa KakaoTalk (atau pendeknya ‘KaTalk’) adalah messenger terbesar saat ini di Korea. Saking ngetopnya, sudah lazim buat orang Korea untuk ngomong “KaTalk me!” (dan bukan “text me!”). Selain itu, KakaoTalk ini bener2 lintas platform – bisa jalan di BB, Android, iPhone, and Windows phone. Jadi bener-bener messenger universal buat semua.

Tetapi memang yang bikin berubah pikiran adalah saat nyobain langsung. Hal-hal yang menurut gw menarik dari KakaoTalk:

  • Stiker atau emoticon lucu2. Kekuatan KakaoTalk memang di stiker2 yang variatif banget. Ada yang kartun, ada yang menggunakan foto tokoh asli. Yang unik adalah emoticon animated, jadi emoticonnya gerak2 gitu.

Screenshot_2013-02-17-17-00-35

  • Emoticon artis Korea. Buat yang doyan KPop, stiker artis ini lucu2 sih (ada Shinee, SNSD, Rainbow, PSY, dll). Gw yang gak doyan KPop aja seneng ada emote artis SNSD. Kyaaaa. Ini bener2 gak penting asli, tapi kalo ada temen yang bete, bisalah terhibur dengan gmbar2 stiker alay ini :D

Screenshot_2013-02-17-16-31-02Screenshot_2013-02-17-16-59-43

  • Stiker/emoticon konten lokal. Di KakaoTalk ada karakter emoticon yang dikembangkan lokal. Masak ada tokoh namanya Poci (Pocong Imut), atau artis lokal seperti Afgan. {GW PENGEN ADA STIKER SYAHRINI. Pasti cetar membahana banget!) Katanya sih KakaoTalk akan terus mengembangkan stiker seleb lokal (hmmm, kalo Farhat Abbas dijadiin stiker pada mau pake gak yaaa :D )

2013-02-07-20-47-38Screenshot_2013-02-16-18-21-11

  • Theme. Jadi tampilan jendela chat bisa diganti2 dengan memilih theme yang ada. Lumayan biar gak bosen ngeliat tampilan messengernya.

Screenshot_2013-02-17-17-07-41

  • Voice message. Tombolnya sudah tersedia di jendela chat, tinggal tekan, ngomong, langsung terkirim deh
  • Free call. Yang seru bisa KakaoTalk bisa dipake telponan (voice call gratis), bahkan sampai 5 orang loh. Tentunya jaringan harus bagus. Oh iya, saat ngobrol suara kita bisa diubah menjadi Talking Tom segala. Gak penting, tapi kocak aja.
  • Fungsi schedule. Jadi kita bisa bikin kalender janjian sesama teman pengguna KakaoTalk, dan masuk ke calendar.
  • Chatroom dengan jumlah peserta tak terbatas. Gw udah nyobain sendiri feature ini waktu bikin #LokakaryaJomblo di malam Valentine. Di suatu saat pernah ada 200 orang dalam satu chatroom! Jadi kebayang ini bisa mengakomodir kelompok teman berjumlah besar/komunitas.

Tentunya fitur2 standar lain tetap ada, seperti posting foto untuk share dengan teman2 chat, items store untuk menambah stiker/emote, dll. Ada game juga yang bisa dimainkan beradu dengan teman-teman, namanya Anipang.

Oh iya, ampir kelupaan. Ada satu fitur geje tapi kocak, yaitu ramalan cuaca. Ramalan cuacanya sih standar, tetapi setiap pagi kamu akan menerima laporan cuaca hari itu. Naaah, yang super gak pentingnya, ramalan cuacanya dibawakan oleh artis Korea. Bahkan artisnya menuliskan tip cuaca dengan Bahasa Indonesa (misalnya, “Jangan lupa bawa payuung”). DAN ITU ASLI TULISAN DOI LOH. SUPER GAK PENTING EMANG, tapi kece2 sih artisnya, jadi ya ga papa, hihihi.

Screenshot_2013-02-17-17-27-05 Screenshot_2013-02-17-17-27-42

Mungkin kalo gw bisa summary-in pengalaman chatting pake KakaoTalk: ada 1001 cara untuk mengekspresikan perasaan elo ke temen-temen elo. Lagi seneng, ngamuk, hepi, bete, semuanya bisa disampaikan dengan banyak cara, dari stiker-stiker yang kocak dan geje, atau pake muka artis, sampai voice note segala. Pokoknya dibanding BBM dan Whatsapp, ya ini jauh lebih seru.

Akhirnya dari sekedar iseng mau tahu karena kebetulan client kantor, sekarang gw jadi seneng beneran pake KakaoTalk ini. Pas lah buat oom-oom yang masih berjiwa alay kayak gw :D

Buat yang tertarik, coba aja dulu install. Ada di BlackBerry World, Android Play Store, iOS, dan Windows Phone juga. Gratis! Untuk informasi lebih lanjut, bisa follow @kakaoTalkINA. Oh iya, kalo mau langsung ngobrol sama perwakilan KakaoTalk, bisa follow Susie di @kakaosusie (kebetulan doi juga, ehem, kece). Tapi berhubung doi Korea asli, kalo mau nanya pake bahasa Inggris yaaaaa.

Selamat mencoba!

(Pssstt….tungguin terus Twitter gw juga. Minggu depan mau bakal ada kuis yang diadain di KakaoTalk. Hadiahnya keren! :D )

Tentang Konspirasi

Standard

Kemarin ramai di Twitter soal pernyataan bahwa penangkapan presiden PKS oleh KPK adalah konspirasi zionis. Kebanyakan di TL gw mentertawakan pernyataan itu. Daripada konspirasi zionis, gw lebih percaya ada konspirasi Aliansi Sapi Asing yang sudah muak dijadikan rendang di Indonesia. Sayangnya tidak ada yang mau percaya teori gw.

Tapi insiden ini mengingatkan gw pada sebuah cerita konspirasi lama, yaitu konspirasi pendaratan di bulan yang palsu. Bagi yang tidak tahu, banyak orang percaya bahwa pendaratan astronot di bulan (inget Neil Armstrong? “One small step for a man, giant leap for mankind”?) sebenarnya adalah konspirasi kebohongan. Konon sebenarnya Amerika Serikat tidak pernah berhasil mendarat di bulan, tetapi untuk menjaga harga diri, mereka membuat video dan foto-foto palsu di studio bahwa seolah-olah mereka berhasil. “Video dan foto palsu” itu dibahas dari berbagai sudut, dengan “bukti-bukti” akan kepalsuan mereka. Tidak tanggung-tanggung, konon Pemerintah AS menyewa sutradara Hollywood kondang Stanley Kubrick untuk membuat film tersebut. (Bagi yang tertarik mencari tahu lebih, cukup google “moon landing hoax”)

Gw pribadi tidak menganggap serius teori konspirasi pendaratan di bulan ini. Walaupun sejujurnya, teori ini lebih “bermutu” dibandingkan Zionis dan KPK karena seolah-olah didukung bukti-bukti nyata.

Terus gw mendapat link ke video “Why The Moon Landing Could Have Never Been Faked”. Video ini berisi penjelasan dari seorang ahli perfilman bahwa pendaratan di bulan TIDAK MUNGKIN palsu. Yang gw suka dari video ini adalah karena KOCAK MAMPUS, gw sampe katawa guling-guling. Si pembuat film S.G. Collins sarkastis tapi tenang, sehingga penjelasannya lebih jleb mancleb. Silahkan ditonton sendiri:

Bagi yang kesulitan mengikuti bahasa Inggris-nya, secara singkat penjelasannya sebagai berikut: film pendaratan di bulan tidak mungkin dipalsukan karena TEKNOLOGI PERFILMAN di tahun 1960-an tidak memungkinkan membuat film palsu tentang pendaratan di bulan. Collins dengan sadis mengatakan, semakin muda seseorang, semakin percaya dia kepada keajaiban teknologi film. Masalahnya, di saat itu, teknologi roket (dan rudal nuklir) jauh lebih maju dari perfilman, sehingga lebih mudah mengirim seseorang ke luar angkasa, daripada membuat film dengan special effects seperti The Hobbit. Collins melanjutkan bahwa mereka yang menuduh film dan foto2 pendaratan bulan adalah palsu jelas tidak mengerti dasar2 perfilman dan fotografi.

[untuk detailnya, lebih baik nonton video di atas. Bener2 mendetail secara teknis. Plus humor2nya yang ancur]

Gw jadi kepikiran hal lain: mengapa kita senang sekali dengan kisah-kisah “konspirasi”?

Mungkin ada beberapa penjelasan di balik kegemaran kita akan “kisah konspirasi”.

Yang pertama, kisah “konspirasi” itu memang seksi. Kita sering tidak puas dengan apa yang sudah ada di depan mata. Imajinasi bahwa ada “sesuatu di balik” ini yang tidak terlihat, adanya organisasi rahasia dengan agenda jahat, tokoh2 gelap misterius yang mengendalikan peristiwa dunia, dll. memang seru buat didengar. Kita merasa lebih pintar jika kita merasa mampu melihat apa yang ada di belakang layar (walaupun sebenarnya gak ada apa-apa juga di belakang layar). Mungkin juga karena pada dasarnya manusia tidak suka merasa ditipu, maka percaya kisah konspirasi seolah-olah adalah bentuk pernyataan “Hah, gw gak bisa ditipu!” (ironisnya kalo justru kisah konspirasinya yang tipuan….)

Yang kedua, kisah konspirasi seringkali adalah manifestasi rasa iri dan dengki. Gw mikir, kisah konspirasi moon landing ini jadi laku karena sasarannya Amerika Serikat, negeri yang sukses, kaya, dan berkuasa. Bayangkan kalo manusia pertama yang mendarat di bulan adalah orang Garut, Jawa Barat (siapa yang setuju Aceng pergi ke bulan?) Mungkin tidak ada kisah konspirasi yang muncul. Tetapi karena ini adalah Amerika, betapa senangnya kita kalau ada tuduhan bahwa mereka sebenarnya tidak sehebat itu mampu nemplok di bulan, bahkan mau menipu kita semua.

Gak jauh-jauh deh. Coba kalo ada tetangga yang sukses, pasti keluar tuduhan: dia pasti korupsi, dia pasti pelihara jenglot, dia pasti ke Gunung Kawi (ada apa sih di gunung itu?), dia pasti simpanan ina-itu, dia pasti kerja di parpol, dll, dll. Padahal bisa saja dia sukses karena kerja keras, karena pintar, atau kebetulan menikahi putri tunggal pengusaha sakit-sakitan. Kita semua sebenarnya tanpa sadar senang membuat “teori konspirasi” versi mini, dalam bentuk gosip dan rumor gak bermutu. Iya kan? (Btw, gw masih percaya kalo Kak Seto itu immortal, kayak Highlander….masak muka dia gak berubah udah 30 tahun?)

Teori Konspirasi, terkadang, lahir karena kita diam-diam tidak terima akan keberhasilan orang lain.

Yang ketiga, dan yang ini agak ngeselin, teori konspirasi dilahirkan untuk menghindari tanggung-jawab. Saat kita miskin, kita menuduh orang lain curang. Saat kita sakit, kita menuduh orang lain menyantet kita. Saat kita jomblo, kita menuduh orang lain menelikung kita. Teori konspirasi membantu kita melepaskan tanggung-jawab atas situasi kita sendiri, dengan mengalihkan kesalahan kepada orang lain: Iluminati, Freemason, Zionis, Kidzania, atau produsen Sozis. Bukannya introspeksi mengenai kemalasan, kebodohan, pola hidup tidak sehat, dan segala hal yang kita lakukan sendiri, lebih enak dan seru untuk menuduh orang lain. Indonesia miskin dan bodoh? Pasti konspirasi asing!

Menjelang akhir video di atas, ada poin yang sangat bagus dari Collins. Dia berkata bahwa tragedi di balik ini adalah teori konspirasi justru menutupi kita dari konspirasi yang sebenarnya yang lebih penting, yang terjadi di depan mata. Contohnya, Collins menyebutkan tentang invasi Irak, tentang bail out bank-bank brengsek di Amerika, tentang hak pemerintah AS mencurigai dan memproses seseorang sebagai teroris tanpa batasan, dll. Kalau di Indonesia, teori konspirasi justru bisa membuat kita menutup mata pada kemalasan, korupsi, inkompetensi, dan segala kebobrokan yang justru nampak jelas di depan mata.

Collins dengan jenaka menyatakan bahwa kita harus bisa membedakan “what we can know” dan “what we wish for”, karena kemampuan itu yang menyebabkan spesies kita bernama “Homo Sapiens” (Homo = manusia, Sapiens = bijak/wise. Homo Sapiens = manusia yang bijak). Kalau kita tidak bijak dan mudah percaya teori konspirasi yang seru, maka kita hanyalah spesies Homo saja (tidak beda dengan manusia purba Homo Erectus, Homo Soloensis, Homo Neanderthalensis, dll….)

Mari berusaha menjadi “manusia bijak” :)

Introverts Arise! Review of ‘Quiet’ by Susan Cain

Standard

It’s been a while since I reviewed a book.

I guess with all the flooding and power blackout, I can have a few minutes to review this eye-opening book by Susan Cain: Quiet. The Power of Introverts In A World That Can’t Stop Talking.

Spurce: cbsnews.com. Note: the book cover in Indonesia is different. It is plain white.

Source: cbsnews.com. Note: the book cover in Indonesia is different. It is plain white.

The main premise of this book: Introverts have been a ‘mistreated’ personality in a world that values talking, action-oriented Extroverts. Especially in the West, school and work design has been built around unspoken and unchallenged rule that talking is good, quiet is bad. Susan Cain set out to explain what introversion is, why we need introverts in this world, and how to make life better around introvert children.

I found the book highly readable, and full with good mix of personal anecdoted and studies from psychology and neuroscience. The author herself is a self-proclaimed introvert. And if you are one, you will feel like reading a book that understands you completely. And if your spouse/children is an introvert, it will greatly help you understand them.

I do recommend you read the book in its entirety, but here are some excerpts:

What is introversion? Most people will probably use the simplistic description of “talk little, shy in social situation”, and vice versa, Extroverts are loud and sociable. Although it is not wrong completely, these definitions latch on superficial manifestation that are not correct all the time. A lot of introverts can talk in public convincingly and boldly, while many extroverts do not talk much. The author prefers this definition instead:

  1. Introverts need less outside stimulation, while Extroverts need more. While introverts are happy with reading a book, or quiet conversation, extroverts probably crave for crowd, music, and party.
  2. Introverts work deliberately and carefully, and need time to concentrate. Extroverts jump into action and make decision.
  3. Although Introversion is not the same as ‘antisocial’, Introverts need some solitude, and tend to avoid conflict. Extroverts need company, and are not afraid of conflict.
  4. Introverts are more sensitive. This does not mean they get offended easily. But they can be easily moved by stories, movies, or music.

Introverts are NOT (necessarily):

  • Shy. In fact, extroverts can be shy too.
  • Unfriendly/antisocial

Also, Introversion vs. Extroversion are not binary, “either-or” traits. It is more of a spectrum. Some people can be VERY introvert or VERY extrovert, while most people fall along the continuum, showing a mix of personality. Although I see myself as a dominant introvert, I know that I could behave in extrovert-like personality at times.

In the West, Introverts Are Disadvantaged. Today’s Western culture put premium on people who can talk loud, fast, and convincing. These people are deemed to be “natural leaders”, in business and politics alike. Quiet children are sent to psychologists, with parents thinking something is wrong if their kids spend hours building miniature models instead of running around like mad with their peers. But apparently, the reality is different from the illusion. Many effective business leaders are actually the quiet type, who make thoughtful decisions, and avoid the attention.

Brainstorm/teamwork is not necessarily superior to individual work. Somehow we have been made to think that a brainstorm is superior in creativity to lone thinkers. Upon further studies, this notion needs to be challenged. Introverts prefer to work in solitude, and solitude can be a catalyst to innovation. In a brainstorm, the loud and aggressive people often drive the discussion, and not because they have better ideas. Brilliant introverts may have better idea, but cannot express themselves well in such high-stimulated setting.

What the author recommends is companies to recognise different thinking strategies to accommodate both personalities. Private thinking is to be facilitated, and groupthink is not held above all else. Brainstorming is not necessarily bad, but it is better that participants have been given the chance to think for themselves, before jumping into group setting. This is one way to tap into introverts’ preference of pondering by himself.

Introversion/Extroversion may be detected since baby. Another interesting part of the book about the studies that show babies already display temperament tendency. And surprise, surprise. Babies who get excited easily are actually the ones who might grow into introverts. While babies who don’t get excited easily by stimuli grow into extroverts. Although counterintuitive, it actually makes sense. Introverts are sensitive to stimuli (loud noise, parents teasing, etc.) hence they will react to it. Extroverts, who are less sensitive, are not easily stimulated, so they appear more “cool” as babies. Interesting indeed.

Culture difference. The author also makes a not that Asian culture are friendly, even appreciate, introversion. This has to do with culture that values harmony above all else. It might also explain why Asian kids excel in subjects that require high degree of concentration, like Math. But if you think Asian quietness is a weakness in global competition, think again. The story of Mahatma Gandhi shows that quiet resoluteness can change the course of a nation.

Recognizing and helping your introvert children.  A big tragedy is when a perfectly whole child who happens to be an introvert is sent for “therapy”. This is the best message from the book in my opinion. Parents need to recognize and love introverted, quiet children equally as the cheerful, animated, extroverted ones. There is nothing wrong with a child who enjoys solitude and has her own hobby. In fact, often these kids have more profound view of life, or harbor extraordinary talents. Instead of forcing them to become someone who they are not, why not nurture and grow them in their natural persoanlity and talents?

These are only some of many fascinating concepts, findings, and lessons you can find in this book. Whether you are an introvert yourself, or you are associated with one, there is good message for everybody. The world needs the thinking, ruminating, creative introverts as much as the make-it-happen, sociable extroverts. When we tap into the strengths of both temperaments equally, wonders can happen.

For the book premise in the author’s own words, watch this TED video:

:)